Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Magazine

Smoke

Natural

Feature

Video News

By: Wulan Darmanto

Istri : Mau dimasakin apa nanti malam?
Suami: Terserah..
Istri : Jangan bilang terserah donk, bikin bingung yang mau masak aja..
Suami: ya udah.. opor ayam
Istri : Tapi ayam lagi mahal..
Suami: Oreg tempe kalau gitu
Istri : Tempe di Mang Soleh ngga enak. Kedelainya hancur
Suami: Atau sambel sama telor juga aku udah seneng
Istri : Cabe harganya gila-gilaan
Suami: ya udah beli aja di warung padang, praktis
Istri : *sensitif*
Kamu tuh ngga bisa menghargai aku. Aku pingin masakin buat suami, malah disuruh beli. Bilang aja masakanku ngga enak. Iya kan?
Suami: ‪#‎putusasa‬
‪#‎gigitwajan‬

*****

Istri : Ayam ungkep enaknya pake sambel nih pah, mau disambelin apa?
Suami: *belajar dari pangalaman. Pantang bilang terserah*
Sambel tomat aja..
Istri : Tomatnya ijo-ijo nih..asem..
Suami: Sambel terasi deh kalo gitu
Istri : Yaa...terasinya habis pah
Suami: Udah sambel mentah aja..
Istri : Ih papah..bikin sakit perut tauk..sambel teri aja ya? enak
Suami: Kan aku alergi teri mah..yang lain deh
Istri : Papah nih susah banget sih, mau dibikinin sambel aja protes mulu..
Suami: ??????
‪#‎nelenterihiduphidup‬

*****
Istri : Pah, libur panjang nih..enaknya kemana ya?
Suami: *tetap pada prinsip anti bilang terserah*
Ke pantai aja yuk mah
Istri : jangan ah..banyak ubur-ubur
Suami: Atau kita nyewa villa di puncak?
Istri : Musim ujan..jalanan licin
Suami: ke kebun binatang?
Istri : Capek muterinnya... panas
Suami: *sambil elus rambut istri* gimana kalau di rumah aja..nyobain resep baru mamah?
Istri : Tuh kan..kalau diajak liburan pasti ujungnya di rumah aja..ngga modal banget sih pah nyeneng-nyenengin istri?
Suami: ‪#‎ngunyahbukuresep‬

*****
Istri : Pah, itu pasangan njomplang banget deh
Suami: Mana? *antusias*
Istri : Itu.. yang lagi belanja baju..istrinya cantik menjulang kaya model, suaminya kok bantet gitu ya pah.. Kalau menurut papah, suaminya beruntung ngga?
Suami: ya jelas donk..
Istri : *drama dimulai*
Papa sepertinya ga beruntung ya punya istri aku..udah ngga tinggi, ngga putih, ngga cantik..iya kan?
Suami: ya engga donk sayang..papa beruntung banget punya istri kamu..
Istri : Kalau beruntung, lalu kenapa papa ngeliatin wanita itu mulu?
Suami: loh katanya suruh ngeliat?
‪#‎diare‬

*******
Istri : Ish, pasangan itu engga banget deh
Suami: *trauma*
Istri : Papaaah.. kok melengos sih..lihat donk..itu lhoo suaminya ganteng imut kaya sahrul gunawan, istrinya kok tua bener ya pah?
Suami: *nengok sekilas*
Hmm...
Istri : papah kok nggak komentar sih? Pasti papah ngerasa senasib kan sama bapak-bapak itu? Iya kan? Papah ganteng, imut, awet muda, sedangkan mamah cepet tua. Iya kan? Udah deh ngaku aja..
Suami: ‪#‎stroke‬

******
Ps: untuk suami yang kebetulan punya kisah yang mirip dengan ilustrasi ini, pesan saya Cuma satu pak: Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu

Sejak dulu hingga kini, ukuran cantik mengalami pergeseran. Pada abad ke 17 s.d. 18, perempuan itu disebut cantik kalau memiliki tubuh big size, penuh lemak di bagian dada, perut hingga paha. Image ini dipengaruhi oleh lukisan yang dibuat para pelukis. Pada tahun 60-an, banyak perempuan menderita anoreksia (tidak doyan makan karena takut gemuk), akibat mendambakan tubuh kutilang -kurus, tinggi, langsing-.

Persepsi tersebut bergeser di tahun 80-an, bukan lagi tubuh setipis papan yang diinginkan, melainkan tubuh milik model Cindy Crawford. Kemudian berkembang lagi tahun 90-an, cantik identik dengan tubuh cukup berisi dan agak berotot seperti Jennifer Lopez.

Khusus masyarakat Indonesia, menggambarkan perempuan cantik dengan tubuh langsing, berkulit putih, wajah tirus, alis mata lengkung, mata bulat hitam, alis panjang lentik, bibir merah agak tipis, dan rambut lebat lurus. (Suara Merdeka, 29/5/5). Penggambaran cantik ini tak lepas dari peran media.

Lain ladang lain illalang. Lain bangsa, lain pula pandangan masyarakat tentang cantik. Berbeda dengan Amerika, tubuh cantik adalah dada besar, bertubuh padat berisi, bibir plastik sensual dan kulit bersih. Sssst...! Diam-diam orang sana tuh ya, kagum ama kulit agak coklat Asia. Soalnya kelihatan lebih bersih tanpa noda, dan lebih mulus. Perempuan Amerika juga paling takut tua. Bagi masyarakat sana, tua itu tak menarik dan sebuah malapetaka besar. Sebab, berarti lepasnya berbagai peluang menikmati hidup. Operasi plastik pun dijalani untuk mempermak kulit agar tampil muda dan cantik.

Menurut survei industri kosmetik Avon, 86 persen perempuan Brasil menyatakan telah berusaha amat keras untuk meningkatkan kecantikan. Sementara di negara-negara lain di seluruh dunia, pengakuan yang sama diperoleh rata-rata hanya dari 67 persen kaum perempuannya. Fantastisnya, 90 persen perempuan Brasil menganggap produk-produk kecantikan sebagai kebutuhan primer ketimbang kemewahan.

Promosi operasi plastik dan liposuction alias sedot lemak juga telah merambah Indonesia. Lihat saja acara Swan di sebuah televisi swasta. Gadis dan ibu rumah tangga yang menangis menderita karena tak percaya diri dengan penampilannya, disulap selama tiga bulan menjadi seekor angsa. Eh salah, seanggun angsa.

Ada cara lain yang begitu populer karena lebih cepat, tidak terlalu sakit dan lebih halus hasilnya dibanding operasi plastik, yakni dengan suntikan Botox. Perawatan kecantikan yang terbuat dari botulinum toxin, sejenis racun yang diproduksi oleh bacterium clostridium botulinum ini, banyak digemari kaum hawa. Selebritis seperti Madona, Kylie Minogue, dan Liz Hurly digosipkan memilih perawatan ini.

Lantas kalau sudah operasi plastik, sedot lemak dan injeksi botox, maka tubuh akan awet dan kagak pernah berubah tua selamanya? Ndak lah yaouw. Bahkan makin memperparah fisik. Michael Jackson misalnya. Karena operasi plastik saat muda, kini kalo kemana-mana harus memakai cadar untuk menutupi wajahnya yang rusak. Begitu pula botox, orang yang menyuntikkan diri dengan botox sulit untuk berekpresi. Wajahnya kaku seperti topeng. Hiiii.... serem.

***

Pencitraan cantik sangat penting bagi kelangsungan hidup industri-industri kecantikan, kosmetik, fesyen, pariwisata dan sebagainya. Data iklan televisi pada November 2003 memperlihatkan, produk seperti sampo, pelembut pakaian dan pemutih termasuk ke dalam 20 pengiklan terbesar. Belum lagi kalau kita melihat iklan di media cetak, khususnya majalah remaja. Itu tahun 2003, bagaimana dengan sekarang? Kayaknya hampir tiada iklan tanpa eksploitasi kecantikan perempuan. Kagak percaya? Coba dicermati. Hanya beberapa biji yang murni iklan.

Belum puas berpromosi lewat iklan, industri kosmetik kian meneguhkan diri sebagai sponsor utama event berbagai kontes kecantikan. Pengiriman Artika Sari Devi ke ajang miss Universe di Thailand adalah bukti kongkrit. Pihak pro-miss universe mengatakan ini merupakan peluang mempromosikan Indonesia dan bukan aktivitas eksploitasi perempuan. Anehnya kenapa musti ada persyaratan tinggi badan minimal 173 cm, berparas cantik, berberat badan ideal? Kategori ini sulit dipenuhi rata-rata orang Asia. Apalagi Jepang, pendek-pendek. Ditambah lagi berbikini ria di tempat umum dan di depan dewan juri.

Berbagai protes tak membuat pihak penyelenggara berkeming, tepat 27 Juli kemarin, Mustika Ratu kembali menggelar ajang kontes Putri Indonesia. Keluar sebagai pemenang Nadine Chandrawinata. Kata Ketua Umum Yayasan Putri Indonesia (YPI), Wardiman Djojonegoro, Perempuan kelahiran Hanover Jerman itu akan tetap dikirimkan ke Miss Universe tahun depan.

Disengaja atau tidak, industri kecantikan, pariwisata, media masa, dan masyarakat kapitalis telah menciptakan mitos cantik dan seksualitas. Yang membuat kaum hawa gelisah, cemas, jengkel, sedih, kecewa karena melihat kesenjangan prototipe ideal dengan kenyataan. Pada akhirnya para gadis melakukan upaya perbaikan diri melalui produk-produk kecantikan yang sebenarnya tak akan mengubah hasil karya Sang Pencipta. Image cantik dan seksi ini pun telah berhasil mempengaruhi pikiran kaum muslimin. Hal ini tampak dari pembicaraan-pembicaraan sehari-hari, penilaian pertama seseorang, kriteria pelamar kerja, pemilihan alat kesehatan, busana dan kecantikan.

Lalu bagaimana cantik sebenarnya?

Pandangan cantik yang dipaparkan di atas, sangat kontra versus Islam yang memandang kecantikan seseorang muslimah berdasarkan atas keahlian, skill, kecerdasan dan ketaqwaan terhadap aturan Allah. Sangat penting disadari kaum hawa bahwa semua perempuan bisa menjadi cantik. Pada setiap perempuan memiliki kecantikan dan keunikan sendiri-sendiri. Nah, agar kecantikan dan keunikan kita terasah. Kita bisa mencoba beberapa tips milik Elizabeth Wahyu, Psikolog Unika Soegiapranata;

Pertama, mencintai diri sendiri dengan mensyukuri segala sesuatu yang telah diberikan Allah dan menerima kita apa adanya.
Kedua, rasa percaya diri.
Ketiga, motivasilah diri agar selalu terlihat energik dan berpikir ke depan.
Keempat, berpikir positif dan melakukan segala sesuatu dengan tulus.
Kelima, perluas wawasan dengan pengetahuan. Pokokna mah prinsip belajar tiada akhir kudu dipegang sampai nini-nini.
Keenam, kenali potensi diri dengan segala kekurangan dan kelebihannya lalu jadilah cantik sebagai dri sendiri. Mau cantik, be yourself. U are U. (Aris Solikhah)
Saking kuatnya aura cantik, masyarakat umum mengganggap perempuan cantik itu sama dengan kepercayaan diri alias kesuksesan hidup. Intinya mah, cantik itu investasi hidup.
Masih ingat kisah film kartun Beauty and The Beast, putri cantik yang akhirnya menikah dengan pangeran buruk rupa. Atau kisah Snow White yang dimusuhi ibu tiri karena cemburu akan kecantikan si putri salju. Banyak pula kisah kartun idola anak-anak menghiasi layar kaca tak lepas dari tokoh utama seorang gadis cantik versi sutradara. Media cetak pun latah membuat sterotipe cantik dengan memasang model dan gambar-gambar gadis 'cantik'.
Begitu sedih dan menetes air mata melihat kesabaran ibu ini.
Kisah dibalik safari dakwah syaikh Al Kharraz hafidzahulah ta’ala di Afrika.
Ibu ini adalah seorang wanita muslimah yang buta tidak bisa melihat dan hanya bisa duduk terdiam diatas rerumputan yang bergoyang. Dan yang menyedihkan ibu ini telah ditinggal wafat oleh 11 anaknya karena penyakit dan gizi buruk disana. Tidak tersisa kecuali hanya satu anak lelaki saja.

Lihat bagaimana ibu yang lemah ini terlukai hatinya sebanyak 11 kali karena kehilangan anak-anaknya.. Ya Allah.. Tidak kuat aku membayangkannya. Aku hanya bisa teringat dengan masa laluku, ketika ibuku kehilangan diriku di keramian pasar dan ibuku hanya bisa menangis tersedu-sedu berteriak meminta tolong kepada orang-orang untuk membantunya mencari diriku.

Maka bagaimana yang dengan seorang ibu yang telah kehilangan 11 orang anaknya?

Ketika ibu ini ditanya: Bagaimana perasaan ibu ketika menahan rasa sedih selama bertahun-tahun karena seluruh anaknya wafat disebabkan kekurangan gizi dan hanya tersisa satu saja?

Sang Ibu menjawab dengan keteguhan dan kesabaran: Bahwasanya dibalik meninggalnya seluruh anak, semoga Allah meringankan keluargaku untuk melaksanakan shalat malam, beribadah, dan dzikir kepada Allah disetiap saat dan setiap waktu.

Ya Allah, kejadian ajaib dariMu di bumi Afrika yang tak bisa ku bayangkan.

Tapi tahukah antum, bagaimana Allah menggantinya? Allah memberikannya rezeki seorang anak lelaki yang sangat shalih dan berbakti kepadanya yang mana itu mencukupi dari ke 11 anak di masa tuanya.

Anak yang setiap pagi pergi ke pasar untuk membelikan makanan ibundanya. Anak yang setiap hari memasak makanan untuk ibundanya. Anak yang setiap hari tidak bisa bercanda bersama kawan demi menjaga kesehatan ibunya. Anak yang rela tidak menikah karena merawat kehidupan ibundanya. Anak yang merelakan seluruh waktunya untuk berbakti kepada orang tuanya, dan seluruh kegiatan itu malah membuat dirinya senang dan selalu tersenyum untuk ibundanya.

Dia selalu mencium dahi ibunya ketika sang ibu sudah tertidur lelap karena rasa cinta yang begitu mendalam.

Yang tak bisa kubendung dari air mata, dia selalu memasak bubur yang sangat lembut karena orang tuanya tidak bisa lagi mengunyah makanan kecuali hanya bubur saja.

Ketika sang anak ditanya: Bagaimana kamu selalu memakan bubur itu setiap hari? Tidakkah itu memuakkan?

Dia menjawab: Makanan ini tidaklah lezat bagiku. Akan tetapi jika ibu ku menyukainya entah mengapa aku juga bisa menyukai bubur tersebut.

Dialah yang menyuapi ibundanya, dialah yang menyuci tangan ibundanya, dialah yang menggendong ibundanya, dan dialah yang memijat kaki ibundanya.

Ya Allah.. Tak bisa kubayangkan ternya Engkau memberikan kekuatan bagi satu anak ini untuk melakukan seluruh perkerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh 11 orang anak.

Dan sang ibu sangat senang mendengarkan bacaan Al Quran yang dilantunkan oleh sang anak kecintaannya.

Aku hanya bisa menangis melihat video kehidupan ibu ini bersama anak kesayangannya.

-----

Akhi ukhti yang semoga dimuliakan oleh Allah, kita tidak akan mungkin selalu bersama ibu dan bapak selamanya. Bisa jadi kita duluan yang meninggalkan ibu atau ibu yang akan meninggalkan kita duluan.

Salah seorang shalih menangis terseduh-seduh di hadapan jenazah ibunya. Maka dia ditanya, “Mengapa engkau menangis wahai fulan?”

Dia menjawab, “Aku menangis bukan karena ibundaku telah wafat, namun tidaklah aku menangis kecuali karena salah satu pintu surga dari pintu-pintu surga telah ditutup untukku”.

Ya Allah, kumpulkan kami bersama ayah dan ibunda kami di SurgaMu Firdaus Al A’laa.. Amiin

Penulis: Muhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel: alamiry.net (Kajian Al Amiry)
Saudaraku, Islam merupakan ajaran yang sangat memperhatikan fitrah manusia. Islam di satu sisi mendorong penganutnya untuk berlomba dalam menggapai derajat ideal seorang muttaqin namun pada sisi lain tidak mengabaikan sisi manusiawi dirinya. Tidak ada sistem kerahiban di dalam Islam dimana seseorang dituntut untuk hanya beribadah kepada Allah sepanjang waktu sehingga bilamana ia lapar, haus atau mempunyai kebutuhan manusiawi lainnya maka ia diharuskan untuk mengabaikannya alias dilarang untuk mempedulikannya apalagi memenuhinya.
Bahkan di dalam sebuah ayat Al-Qur’an Allah memberitahu kita akan hadirnya aneka syahawaat (hasrat duniawi) di dalam diri manusia. Dan hendaknya aneka syahawaat tersebut disikapi secara benar, bukan diabaikan atau dinafikan.


”Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS Ali Imran ayat 14)

Pada ayat di atas jelas Allah katakan bahwa segenap jenis hasrat duniawi tersebut merupakan kesenangan hidup di dunia bagi manusia. Namun di dalam ayat itu pula Allah mengingatkan orang-orang beriman agar selalu menyadari bahwa di sisi Allah ada tempat kembali yang lebih baik, yakni surga di akhirat kelak. Surga merupakan kenikmatan hakiki dan abadi yang Allah janjikan dan sediakan hanya bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepadaNya.


”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran ayat 133)

Seorang yang beriman sangat dikondisikan oleh ajaran Islam untuk memiliki semangat berkompetisi dalam mengejar keberuntungan di akhirat. Namun itu tidak berarti bahwa ia samasekali tidak diperkenankan menikmati kesenangan duniawi. Hanya saja ia selalu perlu mengingat bahwa kesenangan dunia tidak seberapa dibandingkan dengan kesenangan di akhirat. Sehingga dalam sebuah hadits Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan betapa hinanya dunia ini. Betapa tidak bergunanya kebanyakan aktifitas manusia di dunia ini, kecuali beberapa jenis tertentu:


“Ketahuilah, sesungguhnya dunia ini terkutuk. Terkutuk apa-apa yang ada di dalamnya, kecuali mengingat Allah dan apa-apa yang menyertainya serta penyebar ilmu dan penuntut ilmu.” (HR Tirmidzy)

Apa-apa yang dikecualikan oleh Nabi shollallahu ’alaih wa sallam di dalam hadits di atas merupakan kegiatan di dunia yang sungguh sangat luas cakupannya. Terutama ketika Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyebut mengingat Allah dan apa-apa yang menyertainya. Sungguh, apa-apa yang menyertai mengingat Allah sangatlah luas cakupannya. Ia bisa mencakup urusan bisnis, bersosialisasi, berkeluarga, bermasyarakat, berda’wah dan berjihad di jalan Allah.

Bahkan dalam hadits lainnya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam malah menyebutkan apa saja perkara yang termasuk ke dalam bentuk lain daripada dzikrullah (mengingat Allah). Dan uniknya, salah satunya ialah bercengkerama dengan keluarga. Subhanallah…! Suatu kegiatan yang barangkali kebanyakan orang (terutama para bapak yang bermental workaholic) menganggapnya sebagai menyia-nyiakan waktu saja.


“Segala sesuatu yang bukan dzikrullah maka ia termasuk perkara melalaikan atau melenakan, kecuali seorang yang latihan memanah, latihan berkuda, bercengkerama dengan keluarganya dan belajar berenang” (HR Thabrani)

Apa-apa yang seringkali dikira kebanyakan orang sebagai perbuatan menghabiskan waktu, ternyata di dalam ajaran Islam dikategorikan sebagai ibadah penghambaan kepada Allah. Coba renungkan, bukankah dengan bercengkerama bersama keluarga, berarti seorang ayah atau suami telah berupaya membangun soliditas di dalam ruang lingkup elemen masyarakat yang paling kecil? Berarti ia telah menyumbang sebuah kebaikan bagi masyarakat yaitu keharmonisan dan ketenteraman yang tentunya didambakan oleh setiap anggota masyarakat beradab. Namun tentunya hal ini harus dilakukan dengan menjaga rambu-rambunya. Di antaranya ialah tidak dilakukan berlebihan sehingga melalaikan seseorang akan tugas utamanya beribadah kepada Allah dan menegakkan kalimat Allah di muka bumi. Lalu ia harus memastikan bahwa ia terlibat dalam bercengkerama dengan keluarga miliknya bukan dengan keluarga apalagi istri milik orang lain…!

Dalam hadits di bawah ini Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam malah menyampaikan suatu pesan yang bahkan sempat membuat para sahabat dari kalangan yang kurang mampu menjadi terkejut dan keheranan. Coba perhatikan hadits berikut ini:

“Sesungguhnya di antara sahabat Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam ada yang berkata: ”Ya Rasulullah, orang-orang kaya lebih banyak mendapat pahala, mereka mengerjakan sholat sebagaimana kami mengerjakan sholat, dan mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Bukankah Allah telah menjadikan bagimu sesuatu untuk bersedekah? Sesungguhnya tiap-tiap tasbih adalah sedekah, tiap-tiap takbir adalah sedekah, tiap-tiap tahmid adalah sedekah, tiap-tiap tahlil adalah sedekah, menyuruh seseorang kepada ma’ruf adalah sedekah, melarangnya dari perkara mungkar adalah sedekah dan bersetubuhnya seseorang di antara kamu dengan istrinya adalah sedekah.” Mereka bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah jika salah seorang di antara kami menyalurkan syahwatnya ia mendapat pahala?” Rasulullah menjawab: ”Tidakkah kamu tahu, apabila seseorang menyalurkan syahwatnya pada yang haram, dia berdosa? Demikian pula apabila disalurkannya kepada yang halal, dia mendapat pahala.” (HR Muslim)

Saudaraku, jelas sekali dari keterangan hadits di atas bagaimana Islam sangat mengakui, memahami bahkan menghargai orang yang memiliki kebutuhan fitri-manusiawi. Ia tidak saja diizinkan untuk melampiaskan hasrat syahwat kelaminnya kepada pasangan syar’inya (suami atau isterinya), namun lebih jauh lagi ia dijamin bakal memperoleh ganjaran alias pahala di sisi Allah karena melakukannya sesuai aturan Allah.

Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hambaMu yang pandai mensyukuri nikmat Iman dan Islam yang telah Engkau anugerahkan kepada kami. Wafatkanlah kami dalam keadaan senantiasa berserah diri kepadaMu. Karuniakanlah kepada kami hidup bahagia dan abadi di surgaMu kelak bersama para Nabi, orang-orang jujur, para syuhada, orang-orang sholeh lainnya dan tentunya bersama anak-istri-orangtua-saudara kami semuanya. Amin ya Rabb.-

http://artikelmuslimah.com/menyalurkan-syahwat-kepada-istri-adalah-pahala/
Sepulang dari luar kota badanku terasa lelah. Aku mempercepat tekanan gas sepeda motor agar cepat sampai rumah. Lapar. Membayangkan istri di rumah memasak sayur kesukaan. Sayur asem.

Ketika sudah sampai rumah, langsung ku cuci tangan dan membuka tudung saji. Benar saja, ada sayur asem di atas meja dengan perkedel kentang. Namun selera makanku mendadak punah. Hanya ada rasa jengkel dan kesal yang memenuhi kepala ini.

Duh, betapa tidak dalam keadaan lapar seperti ini makanan yang tersedia tidak memuaskan lidah. Sayur asem rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin enggak ketulungan.

“Ummi, Ummi, kapan kamu dapat memasak dengan benar sih…? Selalu saja begini, kalau gak keasinan, ya kemanisanlah, kepedesanlah, keasemanlah!” Aku tak bisa menahan emosi dan menggerutu.

“Sabar, abi. Rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khadijah. Katanya mau kayak Rasul? “ Ucap istriku pelan.

“Iya, tapi kan Abi manusia biasa. Abi gak tahan seperti ini terus,” jawabku dengan nada tinggi.

Mendengar ucapanku bernada emosi, kulihat istriku menundukkan kepala dalam- dalam. Kalau sudah begitu, aku yakin pasti airmatanya sudah merebak.

Sepekan sudah aku keluar kota, tentu ketika pulang, benak ini penuh dengan harapan untuk menemukan ‘ Baiti Jannati’ di rumahku.

Namun, yang terjadi malah sebaliknya. Sesampainya di rumah kepalaku malah mumet tujuh keliling. Bayangkan saja, rumahku tak ubahnya kapal pecah. Pekaian belum disetrika menggunung disana sini, piring – piring kotor berpesta pora di dapur. Melihat keadaan seperti ini, aku cuma bisa mengurut dada sambil beristighfar.

“Ummi, ummi, bagaimana Abi gak jengkel kalau keadaan rumah begini terus?” ucapku sambil menggeleng – gelengkan kepala. ” Ummi, istri shalihah itu tak hanya pandai dalam mengisi pengajian, tapi juga harus pandai dalam mengatur setiap detail rumah tangga. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah,” belum sempat kata – kataku habis, sudah terdengar ledakan tangis istriku yang kelihatan begitu pilu.

Ah, wanita gampang sekali untuk menangis dan menangis, batinku berkata dalam hati.

“Sudah diam Mi, gak boleh cengeng, katanya mau jadi istri shalihah? Istri shalihah itu tidak cengeng,” bujukku hati – hati setelah melihat air matanya menganak sungai di pipinya.

“Gimana ga nangis! Baru juga pulang, sudah ngomel ngomel terus. Ummi ini lagi ga bisa ngerjain apa – apa, jangankan untuk kerja, untuk jalan saja susah. Ummi kan muntah – muntah terus, ini badan rasanya gak bertenaga sama sekali,” ucap istriku diselingi isak tangis.

“Abi engga ngerasain sih gimana mualnya orang hamil muda,” ucap istriku lagi, sementara air matanya kulihat tetap merebak.

Keseokan harinya….

“Abi, siang nanti antar Ummi ngaji yah?” pinta istriku.

“Aduh, Mi! Abi kan sibuk sekali hari ini. Berangkat sendiri saja yah? “ ucapku

“Ya sudah, kalau Abi sibuk, Ummi naik angkot ajah, moga ja ga pingsan di jalan,” jawab istriku.

“Lho, kok bilangnya gitu?”

“Iya, dalam kondisi mual – mual begini kepala Ummi gampang pusing kalau mencium bau bensin. Apalagi ditambah berdesak- desakkan dalam kendaraan dengan suasana panas menyengat. Tapi, mudah – mudahan sih ga kenapa – napa,” ucap istriku lagi.

Agendaku hari ini ternyata diundur pekan depan. Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput istriku. Entah kenapa, hati ini tiba – tiba saja menjadi rindu padanya. Motorku sudah sampai di tempat istriku mengisi pengajian.

Di depan pintu, tampak masih banyak sepatu yang berjajar, pertanda acara belum selesai. Ku amati satu persatu sepatu – sepatu itu.

Ah, semuanya indah – indah dan kelihatan harganya begitu mahal.
Wanita memang suka yang indah – indah, sampai bentuk sepatu pun lucu – lucu, aku membatin sendiri. Tiba – tiba mataku tertuju pada sepasang sandal jepit yang diapit sepatu indah. Deg! Hati ini menjadi luruh.

Oh, bukankah itu sandal jepit istriku? Tanya hatiku. Lalu kuambil sandal jepit kumal yang tertindih beberapa sepatu indah lain. Tes! Airmataku jatuh tanpa terasa. Perih nian rasanya memerhatikan istriku. Sampai – sampai kemana ia pergi harus bersandal jepit. Sementara teman- temannya bersepatu bagus.

Maafkan aku umi, pinta hatiku. Krek! Suara pintu terdengar dibuka. Aku terkaget, lantas menyelinap ke tembok samping. Kulihat dua wanita berjalan melintas sambil menggendong bocah mungil berjilbab indah dan cerah, secerah baju dan jilbab umminya. Lalu melintas wanita – wanita yang lain.

Namun, belum kutemukan juga istriku. Aku menghitung sudah ada delapan orang yang keluar dari rumah itu, tapi istriku masih belum keluar juga. Penantianku berakhir ketika sesosok tubuh berjilbab gelap dan berkerudung hitam melintas.

Ini dia mujahidahku! Pekik hatiku. Ia berbeda dengan yang lain, ia begitu bersahaja. Kalau yang lain memakai baju berbunga cerah indah, ia hanya memakai baju warna gelap yang sudah lusuh pula warnanya. Diam – diam, hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memerhatikan istri. Selama ini aku hanya banyak menuntut kepadanya.

Ya, aku baru sadar semenjak menikah, aku belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Apalagi memberi hadiah. Aku terlalu sibuk memerhatikan kekurangan – kekurangan istriku. Padahal dibalik semua itu, banyak kelebihanmu , wahai sayangku. Aku benar- benar menjadi malu pada Allah dan Rasul –Nya. Selama ini, aku terlalu sibuk mengurus orang lain sedang istriku tak pernah ku urusi.Betapa teganya diriku ini.

Padahal, Rasul telah bersabda,” Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik perlakuannya terhadap istrinya.”

“Umi”, panggilku, ketika dia melintas. Lantas dia berbalik ke arahku, seakan tidak percaya atas kehadiranku. Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum. Senyum bahagia.
“Abi!” bisiknya pelan dan girang. Sunguh, aku baru melihat istriku segirang ini. Ah, kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput istriku? Sesal hatiku.

Esoknya, aku membeli sepasang sepatu dan baju gamis (Jilbab) untuknya plus kerudung warna gelap kesukaannya. Ketika dia tau hal itu, bahagia kembali mengembang dari senyumnya.

“Alhamdulillah, jazakallahu,” ucapnya dengan suara tulus.

Ah, Maryam…, lagi – lagi kau terenyuh melihat polahmu. Lagi – lagi sesal menyerbu hatiku. Kenapa baru sekarang aku bersyukur memperoleh istri zuhud dan ‘iffah sepertimu? Kenapa baru sekarang pula kutahu betapa nikmatnya menyaksikan matamu yang berbinar – binar karena perhatianku?

Semoga aku bisa terus meneladani bagaimana Rasulullah SAW bersikap terhadap istri-istrinya.

https://www.facebook.com/wakafalquran/photos/a.158361440841287.39458.156103917733706/864678756876215/?type=1&theater

Popular Posts

Total Pageviews

Blog Archive