Dalam surat Al Hujurat (QS 49) Allah SWT memaparkan 7 kiat bagi kita untuk menangkal virus-virus ukhuwwah yang bisa menghancurkan shaf ukhuwwah yang telah dibina.
1. Tabayyun
Tabayyun berarti mencari kejelasan informasi dan mencari bukti kebenaran informasi yang diterima. Allah SWT berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa berita maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (QS 49:6)
2. 'Adamus Sukhriyyah
Artinya tidak memperolok-olokkan orang atau kelompok lain. Firman Allah SWT:
"Wahai orang-orang yang beriman janganlah satu kaum memperolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang memperolok-olokkan)." (QS 49:11)
Mampukah kita sekedar meninggalkan tradisi sukhriyyah dan perasaan ana khairun minhu (saya lebih baik daripadanya), yaitu perasaan 'sombong' seperti yang dimiliki iblis???
3. 'Adamul Lamz
Maksudnya tidak mencela orang lain. Ini ditegaskan dengan firman-Nya:
"Dan janganlah kamu mencela diri sendiri'. Mencela sesama muslim, oleh ayat ini dianggap mencela diri sendiri, sebab pada hakekatnya kaum muslimin dianggap satu kesatuan. Apalagi jika celaan itu adalah masalah status dan standar kebendaan. Allah sendiri menyuruh Rosul dan orang-orang yang mengikutinya untuk bersabar atas segala kekurangan orang-orang mukmin. (Lihat QS, 18:28)
4. Tarkut Tanabuz
Yakni meninggalkan panggilan dengan sebutan-sebutan yang tidak baik terhadap sesama muslim. Ini berdasarkan firman Allah SWT:
"Dan janganlah kamu saling memanggil dengan sebutan-sebutan (yang buruk)." (QS 49:11)
Tanabuz dalam bentuk yang paling parah adalah berupa pengkafiran terhadap orang yang beriman. Pada kenyataannya masih saja ada orang atau kelompok yang dengan begitu mudahnya menyebut kafir kepada orang yang tidak tertarik untuk masuk ke dalam kelompok tersebut.
5. Ijtinabu Katsirin minadzdzan
Allah SWT berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa." (QS 49:12)
Pada dasarnya seorang muslim harus berbaik sangka terhadap sesamanya, kecuali jika ada bukti yang jelas tentang kesalahan tersebut.
6. Adamut Tajassus
'Adamut Tajassus adalah tidak mencari-cari kesalahan dan aurat orang lain. Perbuatan ini amat dicela Islam. Allah SWT amat suka bila kita berusaha menutup aib saudara kita sendiri. Firman Allah SWT:
"Dan janganlah kamu sekalian mencari-cari kesalahan (dan aurat) orang lain." (QS 49:12)
7. Ijtinabul Ghibah
Allah SWT menegaskan:
"Dan janganlah kamu sekalian menggunjing sebagian lain.Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?..." Ghibah sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah SAW adalah menceritakan keburukan dan kejelekan orang lain. Ketika seseorang menceritakan kejelekan orang lain, maka ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, jika yang diceritakannya benar-benar terjadi maka itulah ghibah. Kedua, jika yang diceritakannya itu tidak terjadi berarti ia telah memfitnah orang lain. Begitu besarnya dosa ghibah, sampai Allah SWT menyamakan orang yang melakukannya dengan orang yang memakan bangkai saudaranya sendiri.
Wallaahu'alam
1. Tabayyun
Tabayyun berarti mencari kejelasan informasi dan mencari bukti kebenaran informasi yang diterima. Allah SWT berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa berita maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (QS 49:6)
2. 'Adamus Sukhriyyah
Artinya tidak memperolok-olokkan orang atau kelompok lain. Firman Allah SWT:
"Wahai orang-orang yang beriman janganlah satu kaum memperolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang memperolok-olokkan)." (QS 49:11)
Mampukah kita sekedar meninggalkan tradisi sukhriyyah dan perasaan ana khairun minhu (saya lebih baik daripadanya), yaitu perasaan 'sombong' seperti yang dimiliki iblis???
3. 'Adamul Lamz
Maksudnya tidak mencela orang lain. Ini ditegaskan dengan firman-Nya:
"Dan janganlah kamu mencela diri sendiri'. Mencela sesama muslim, oleh ayat ini dianggap mencela diri sendiri, sebab pada hakekatnya kaum muslimin dianggap satu kesatuan. Apalagi jika celaan itu adalah masalah status dan standar kebendaan. Allah sendiri menyuruh Rosul dan orang-orang yang mengikutinya untuk bersabar atas segala kekurangan orang-orang mukmin. (Lihat QS, 18:28)
4. Tarkut Tanabuz
Yakni meninggalkan panggilan dengan sebutan-sebutan yang tidak baik terhadap sesama muslim. Ini berdasarkan firman Allah SWT:
"Dan janganlah kamu saling memanggil dengan sebutan-sebutan (yang buruk)." (QS 49:11)
Tanabuz dalam bentuk yang paling parah adalah berupa pengkafiran terhadap orang yang beriman. Pada kenyataannya masih saja ada orang atau kelompok yang dengan begitu mudahnya menyebut kafir kepada orang yang tidak tertarik untuk masuk ke dalam kelompok tersebut.
5. Ijtinabu Katsirin minadzdzan
Allah SWT berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa." (QS 49:12)
Pada dasarnya seorang muslim harus berbaik sangka terhadap sesamanya, kecuali jika ada bukti yang jelas tentang kesalahan tersebut.
6. Adamut Tajassus
'Adamut Tajassus adalah tidak mencari-cari kesalahan dan aurat orang lain. Perbuatan ini amat dicela Islam. Allah SWT amat suka bila kita berusaha menutup aib saudara kita sendiri. Firman Allah SWT:
"Dan janganlah kamu sekalian mencari-cari kesalahan (dan aurat) orang lain." (QS 49:12)
7. Ijtinabul Ghibah
Allah SWT menegaskan:
"Dan janganlah kamu sekalian menggunjing sebagian lain.Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?..." Ghibah sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah SAW adalah menceritakan keburukan dan kejelekan orang lain. Ketika seseorang menceritakan kejelekan orang lain, maka ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, jika yang diceritakannya benar-benar terjadi maka itulah ghibah. Kedua, jika yang diceritakannya itu tidak terjadi berarti ia telah memfitnah orang lain. Begitu besarnya dosa ghibah, sampai Allah SWT menyamakan orang yang melakukannya dengan orang yang memakan bangkai saudaranya sendiri.
Wallaahu'alam
sumber : seri bunga rampai islam
- Bersikaplah terbuka.
Keterbukaan tidak saja akan membuat sahabat Anda lebih mengenal Anda, tetapi Anda juga akan lebih mengenal diri sendiri. Ungkapkanlah perasaan2, keinginan dan harapan-harapan Anda. Hanya dengan keterbukaan, Anda bisa bicara dari hati kehati, dan itu sangat penting bagi keintiman persahabatan. - Ciptakanlah keseimbangan antara memberi dan menerima.
Anda tidak cukup hanya berperan sebagai pemberi tanpa menerima atau hanya sebagai penerima tanpa memberi. Hal ini menyangkut aspek yang luas, termasuk berbagi kegembiraan dan kesedihan. - Terimalah sahabat Anda sebagaimana adanya.
Jadilah sahabatnya tanpa menuntutnya berubah sesuai keinginan Anda. Mungkin dia terlalu cerewet, agak cuek, sangat sensitif atau matre. Dia memang tidak sempurna dan mungkin sering melakukan hal-hal yang Anda tidak sukai. Namun jangan lupa, Andapun tidak luput dari kelemahan dan kekurangan. - Bila sahabat Anda mempunyai sifat atau kebiasaan yang umumnya tidak disukai orang lain dan bisa menghambat pergaulannya, ingatkanlah dia pada waktu yang tepat.
Barangkali selama ini dia tidak menyadari atau belum pernah ada seorangpun yang mengkritiknya. Kalau diperlukan, berilah saran dan biarkan dia berubah sedikit demi sedikit. Supaya fair, boleh juga Anda memintanya mengkritik Anda. - Bermurahhatilah.
Ulurkanlah tangan ketika ia memerlukan bantuan, hiburlah ketika dia sedang sedih, dengarkanlah ketika dia mencurahkan isi hatinya, temanilah ketika dia mengalami masa-masa sulit, doronglah semangatnya dll. - Berikanlah perhatian.
Meskipun ia tampak tidak membutuhkannya, namun dia akan senang menerimanya. Jangan melupakan hari-hari istimewanya, bawakan oleh-oleh ketika Anda Pulang dari kota, pujilah potongan rambutnya yg bagus, tanyakan khabar keluarganya, dsb. - Bersikaplah penuh toleransi.
Tidak ada masalah bila Anda berbeda dengan sahabat Anda, baik agama, suku, prinsip atau kebiasaan. Semua itu bisa memperkaya suatu persahabatan bila kedua belah pihak mau saling mengahargai. Dan semakin baik toleransi Anda, maka akan semakin matang kemampuan Anda bersosialisasi. - Hargailah sahabat Anda sebagai seorang pribadi yang punya harga diri.
Meskipun hubungan sudah sangat akrab, dia masih bisa tersingung dengan sikap dan ucapan Anda. Hatinya bisa terluka bila dihina, dikecam atau dipermalukan, meskipun dalam konteks bercanda. - Hormatilah privasi sahabat Anda.
Bila dia menceritakan sesuatu rahasia, jangan membocorkannya karena itu berarti mengkhianati perasaannya. Ketika dia sedang ingin sendiri, jangan mengganggunya. Jangan tergoda untuk membuka buku hariannya, tas atau dompet miliknya tanpa ijin, dsb. - Bila terjadi konflik, selesaikanlah segera.
Mulailah mengambil inisiatifuntuk menyelesaikannya. Jangan menunda-nunda apalagi bersikap seakan-akan tidak ada masalah. Meskipun konflik bisa mengganggu hubungan persahabatan, namun bila diselesaikan dengan baik bisa membuat hubungan menjadi lebih intim.
sumber : seri bunga rampai islam
Diane DiResta
Presiden DiResta Communications, Inc.
Disarikan dari "Knockout Presentations" (Chandler House Press)
HBA Bulletin
Anda telah siap. Anda naik ke podium, memulai pembicaraan dan "duer!, jleger!, bledug!" - Anda diserang oleh audience yang ganas. Bagaimana Anda bisa tetap tenang dan mengambil kontrol kembali?
Saat saya mulai menjadi konsultan, Saya ingat tentang tugas pertama Saya. Tugas Saya adalah mendisain dan menyampaikan seminar tentang keahlian menulis dan presentasi untuk 30 orang calon MBA.
Hari besar itu tinggal sehari lagi dan saya sudah siap dengan materi Saya. Hanya saja, ada hal kecil. Pihak kampus menjadwalkan bahwa ujian yang berkaitan dengan materi Saya itu, dilaksanakan sehari setelah sesi seminar Saya.
Secara alamiah, para calon MBA itu berpikir bahwa mereka harus belajar sehari sebelum hari ujian. Dan lebih parah lagi, Saya hanya diberi kesempatan mengisi sesi itu selama satu jam. Biasanya, materi Saya harus "dimakan" seharian penuh. Merekapun berhamburan ke kantor administrasi dan mengancam akan memboikot kelas.
Pada jam empat hari itu, manajemen kampus memanggil Saya dan berkata, "Diane, Saya tidak ingin ada persoalan apapun besok." Kemudian Saya menemui penanggung jawab yang mendatangkan Saya, dan mencoba meyakinkannya untuk menjadwal ulang sesi Saya. Dia menolak.
Saya tidak tidur malam itu sambil memeras otak untuk mencari sebuah solusi. Jika Saya beralasan sakit, Saya akan kehilangan satu klien. Akan tetapi, saya juga tidak mau melangkah masuk ke kandang harimau. Akhirnya, Saya menemukan solusi yang Saya sebut dengan "Strategi 3D" - Depersonalize, Detach, Defuse.
Apakah Anda menangani tim, menjalankan meeting, atau memberikan presentasi oral, tidaklah cukup hanya dengan menguasai materi. Anda juga harus bisa menangani proses. Dinamika kelompok selalu berubah dan berurusan dengan sebuah tim bisa menghabiskan banyak energi. Seorang pemimpin atau fasilitator harus mampu mengubah perspektif dan menggunakan tidak hanya satu strategi.
LANGKAH PERTAMA
Langkah pertama adalah depersonalisasi. Setiap audience datang dengan bagasi emosionalnya masing-masing. Seorang perempuan bisa saja keluar meninggalkan sebuah sesi motivational speaking hanya karena pembicaranya memakai pakaian Elvis, karena dia tidak suka Elvis. Kepergiannya itu tidak berhubungan dengan kemampuan atau bakat sang pembicara. Pelajarannya? Jika Anda bertemu dengan audience yang kritis, sulit atau ganas, jangan diambil hati.
LANGKAH KEDUA
Langkah kedua adalah pembebasan atau detach. Artinya, jangan libatkan ego. Sekali Anda masuk ke pembicaraan secara orang per orang, dan orang yang hadapi adalah seorang biang kerok, maka Anda telah menciptakan sebuah dinamika kompetitif. Jangan biarkan emosi Anda lepas kontrol. Ajukan berbagai pertanyaan yang bisa menghasilkan pengertian, pemahaman dan permakluman. Jangan mengambil sikap bertahan.
LANGKAH KETIGA
Langkah ketiga adalah perlucutan. Hilangkan energi negatif. Salah satu alat perlucutan yang terbaik adalah humor. Jika Anda merasa tertekan, energi negatif akan meningkat. Ambil pendekatan yang ringan, mudah dan menyenangkan. Anda tidak bisa tertawa dan marah pada saat yang bersamaan. Anda harus memilih.
MENANGANI SIKAP BERTAHAN
Untuk bisa menghadapi audience yang sulit, mulailah mengenali tanda-tanda pertahanan. Apakah mereka mulai sering berbicara dengan orang di sebelahnya, terpaku membaca materi, mengotak-atik HP mereka, menantang Anda, mengalami kesulitan mengikuti pembicaraan, atau duduk dengan posisi tubuh tertutup (memeluk badan, meletakkan tangan di tempat tertentu dari tubuhnya dan sebagainya)? Jika Anda merasakan bahwa Anda mulai bekerja lebih keras, maka kemungkinannya Anda sedang berhadapan dengan bentuk-bentuk pertahanan. Sekali Anda bisa mengenali tanda-tanda ini, cari tahu dari mana datangnya.
Pertahanan muncul dari sebab-sebab berikut:
- Bagaimana melakukannya
- Berubah menjadi
- Ingin menjadi
Apakah mereka bertahan karena mereka tidak tahu bagaimana caranya berpartisipasi dalam sesi Anda? Jika begitu, berikan instruksi yang lebih jelas tentang bagaimana mereka bisa berpartisipasi.
Apakah mereka bertahan karena merasa tidak punya kesempatan untuk terlibat secara produktif? Sebagai contoh, katakanlah Anda telah meminta mereka berpartisipasi melalui diskusi dengan partner di sebelahnya. Beberapa dari mereka mungkin tidak menunjukkan respon. Bisa jadi, mereka belum mendapatkan partner. Tolonglah mereka mendapatkan partner.
Atau, Anda meminta mereka bekerja dalam tim dengan anggota empat orang, dan yang aktif hanya dua orang. Bisa jadi, dua anggota yang pasif adalah orang-orang introvert sementara dua yang aktif adalah extrovert. Mereka mungkin saja kesulitan untuk terjun dan didengar. Jika kasusnya demikian, sediakan kesempatan khusus untuk mereka.
Alasan terakhir untuk sebuah pertahanan adalah kesenjangan dalam motivasi. Anda meminta sukarelawan dan tidak seorangpun mengangkat tangan. Mungkin, mereka belum melihat manfaatnya. Mungkin ada terlalu banyak "makanan" di "piring" mereka, sehingga tidak mampu lagi menambah porsi penugasan. Mungkin, mereka tidak ingin memasuki "wilayah" koleganya. Tugas anda, adalah membantu mereka melihat nilai-nilai yang bisa diperoleh dari partisipasi.
Untuk mematahkan pertahanan, gunakan pola-pola interupsi. Dengan kata lain, lakukan sesuatu dengan cara yang berbeda. Goyang mereka, lakukan percepatan. Ceritakan sebuah kisah. Buat mereka terlibat. Anak-anak yang sedang bermain adalah sebuah contoh situasi tanpa pertahanan.
Apakah Anda sedang melakukan sesuatu yang memperkuat pertahanan mereka? Apakah Anda terlalu kaku? Apakah Anda mengikuti skenario yang sama sekali tak bekerja? Apakah presentasi Anda membosankan? Apakah Anda menciptakan situasi yang pembicara-sentris dan bukan berfokus pada mendengarkan kebutuhan dan ketertarikan mereka? Apakah Anda bereaksi terhadap seseorang yang menyulitkan atau merespon situasi secara keseluruhan?
TETAPKAN SETTING DAN ARAHNYA
Banyak sekali masalah bisa dihindari dengan menetapkan harapan-harapan sejak dari awal. Bila orang merasa tidak jelas tentang sasarannya, tentang peranannya, dan tentang bagaimana mereka dievaluasi, perilaku-perilaku menyulitkan akan muncul. Jika berbagai harapan bisa diidentifikasi dengan jelas, berikan mekanisme feedback dari mereka dan dengarkan dengan seksama apa yang mereka sampaikan. Jika seseorang merasa tidak didengar atau tidak dihargai, maka orang itu akan memunculkan perilaku bertahan.
IDENTIFIKASI KARAKTER
Siapakah yang benar-benar bisa menekan "tombol" Anda? Apakah seseorang yang merasa lebih tahu segalanya, atau tukang komplain yang selalu menemukan kesalahan pada setiap hal? Untuk tetap "cool" dan terkontrol, kenalilah karakter-karakter yang bisa membuat Anda "meledak". Dengan mengidentifikasi dan mempelajari mereka, Anda bisa memperkuat kemampuan Anda.
JENIS-JENIS KARAKTER SULIT
Eager Beaver - Orang ini secara aktif selalu menjadi yang pertama dalam berpartisipasi dan dia berkeinginan membantu. Ia bisa menyulitkan orang lain karena terlalu aktif. Jangan jatuhkan semangat orang ini. Akui partisipasi dan kontribusinya, tapi dorong orang lain untuk ikut berpartisipasi.
Expert - Orang ini menantang otoritas Anda; dan mendebat orang lain. Bisa jadi orang ini benar-benar seorang expert yang membutuhkan pengakuan. Akui kepakarannya tanpa sikap bertahan. Tetaplah bertanya pada orang lain yang bukan pakar tentang pendapat mereka. Strategi jitu untuk para expert ini adalah memainkan kepakaran mereka. Minta mereka menyampaikan pendapat dan pandangan pakarnya. Dengan segera, mereka akan menjadi sekutu tangguh dan siap menghadapi siapapun.
Rambler - Orang ini adalah tukang cerita. Anda meminta waktu, Anda mendapatkan sejarah yang kelewat lengkap lengkap. Untuk menangani seorang rambler, potong bicaranya, intisarikan komentarnya, dan minta orang lain memberikan pendapat. Jangan biarkan orang ini menjadi pembicara pengganti.
Poor Loser - Orang ini tidak akan mengakui satu kesalahan pun. Mereka tidak mempunyai kekuatan ego untuk mengakui kesalahan. Jangan sudutkan mereka. Ciptakan "sepakat untuk tidak sepakat". Biarkan mereka menyelamatkan mukanya.
Dominator - Mereka ingin mengontrol. Mereka bisa mengintimidasi seluruh audience dengan memonopoli pembicaraan atau aktivitas. Jangan biarkan mereka mengambil alih panggung. Jangan biarkan mereka melakukan kudeta. Gunakan humor. Sebagai contoh, saat meminta respon, Anda bisa bergurau dengan mengatakan, "Ayo! Siapa saja asal bukan Bambang!" Jika ini tidak berhasil, istirahatkan sesi dan bicaralah pada orang itu secara personal.
Side Conversators - Dua atau lebih orang bisa terlibat dalam pembicaraan selama presentasi Anda. Jika audience besar dan ruangan luas, abaikan saja. Tapi dalam kelompok kecil, hal ini mengalihkan perhatian dari pembicaraan Anda. Lakukan kontak mata dengan tukang ngobrol ini dan berhentilah bicara sampai mereka menyadari. Anda bisa mengkonfrontasi mereka secara langsung dan meminta mereka untuk berhenti bicara selama sesi Anda. Atau, cobalah teknik berjalan. Berjalanlah ke arah mereka, berdiri di depan mereka dan teruslah berbicara. Mereka akan menangkap maksud Anda.
Negative - Orang ini sangat bertahan dan memandang negatif terhadap Anda, terhadap materi, topik atau poin Anda, dan mereka tidak ingin berada di ruangan itu. Mulailah mencari tahu latar belakangnya. Tawarkan untuk rekonsiliasi, atau tawarkan untuk berdiskusi setelah sesi.
Complainer - Whiner - Selalu menemukan kesalahan di mana pun. Sering mengeluh tapi tanpa solusi. Mereka mungkin tidak bersikap negatif terhadap materi Anda, tapi memang suka mengeluh. Inilah orang yang "Iya sih, tapi..." Jangan terjebak pada permainan mereka. Ambillah alternatif. Tetaplah fokus dan maju terus.
Hecklers - Cobalah untuk mengabaikan pengacau ini. Jika mereka tidak mendapatkan respon dari Anda, mereka mungkin akan menyerah. Jika Anda menerapkan retorika, maka cara ini hanya akan mengundang mereka kembali lagi untuk mengacaukan Anda. Berjalanlah ke arah mereka, letakkan tangan Anda di pundak mereka dan terus bicara. Jangan menunjukkan sikap menyerang atau meletakkan sesuatu selain tangan Anda. Atau, mintalah mereka memperkenalkan dirinya - mereka biasanya lebih memilih menjadi NN.
Saat berurusan dengan audience sulit, ingatlah bahwa perilaku yang mengganggu adalah cerminan dari kebutuhan yang tak terpuaskan. Strategi terbaik Anda adalah rasa humor dan sebuah pengertian tentang latar belakang perilaku itu. Nanti, jika Anda menghadapi kasus yang sama, ambil sudut pandang 3D - Depersonalize, Detach, and Defuse.
Disuatu ketika
Terbesit suara hatiku menggema
Punya cita cita tuk mengubah bangsa
Dengan serta merta
Namun hatiku merasa kecewa
Karena bangsaku tiada berubah
kini kuurungkan niatan hati ini
Biarlah kuubah diri sendiri
Ku mulai dari diri sendiri
Ku mulai dari yang paling kecil
Tak kan pernah aku menunda-nunda
Kan kumulai saat ini juga
Beginilah harusnya diri kita
Bila ingin bangsa ini berubah
Jangan pernah saling salah-menyalah
Lebih baik salahkan diri segera
Denting Hati
Terbesit suara hatiku menggema
Punya cita cita tuk mengubah bangsa
Dengan serta merta
Namun hatiku merasa kecewa
Karena bangsaku tiada berubah
kini kuurungkan niatan hati ini
Biarlah kuubah diri sendiri
Ku mulai dari diri sendiri
Ku mulai dari yang paling kecil
Tak kan pernah aku menunda-nunda
Kan kumulai saat ini juga
Beginilah harusnya diri kita
Bila ingin bangsa ini berubah
Jangan pernah saling salah-menyalah
Lebih baik salahkan diri segera
Denting Hati
Android sekarang sudah menjadi barang yang tidak asing lagi dimilki oleh masyarakat, selain harga yang sudah terjangkau tetapi juga kemanfaatan yang lebih. Nah bagi yang ingin memiliki andorid yang punya brand ternama maka salah satunya bisa menggunakan produk samsung. Produk Samsung ini sudah banyak yang menggunakan, tetapi sayang ada sisi kelemahan yaitu susah untuk transfer file ke PC, tidak seperti produk China yang langsung bisa. Seperti yang saya alami, saya memakai Samsung Galaxy Chat GT-B5330 dan memang belum bisa transfer file langsung ke PC. Setelah coba mencari cara akhirnya ketemu juga tools untuk melakukan transfer file ini dengan menggunakan sistem remote desktop. Salah satu yang cukup bagus adalah aplikasi 3CX DroidDesktop. Fitur yang disediakan sbb :
- SMS Via PC
- Melihat Kontak Telepon
- Menerima Panggilan Telepon Via PC
- Menjalankan Kamera Handphone
- Menjalankan Handphone via PC ( tetapi harus root dulu )
- Melihat posisi Handphone
- FIle Manager untuk melihat dan transfer file HP ke PC atau PC Ke HP
Banyak juga kan fiturnya, koneksi bisa dilakukan dengan Wifi/Internet/USB. Saya cenderung lebh mudah menggunakan internet untuk menjalankan. Langsung saja berikut instalasinya
- Masuk ke Google Play Store
- Cari dengan kata kunci 3CX DroidDesktop
- Install dan jalankan
Setelah dijalankan akan ada status on (warna hijau) jika off (wara merah). Untuk menjalankan di PC, silahkan buka browser dan ketikkan alamat IP yang sudah tertera di aplikasi 3CX DroidDesktop saat dibuka, jika berhasil akan mncul layar untuk remote hp anda. Mudah bukan, semoga bermanfaat
Untuk beberapa alasan, ketika orang berpikir tentang public speaking, mereka membayangkan sebuah situasi di mana seseorang yang sangat terlatih sedang berbicara, menguasai forum, berbicara dengan dinamis dan menyampaikan berbagai hal yang berpotensi merubah hidup seseorang atau bahkan ribuan orang.
Dapatkah Anda membayangkan diri Anda sendiri dalam situasi seperti itu? Beberapa dari Anda mungkin berpikir, "Tentu! Saya sudah tidak sabar untuk itu. Itu sebabnya kini saya berdiri di sini, di depan semua orang." Beberapa yang lain dari Anda mungkin berpikir, "Nggak deh. Sampe kiamat juga nggak. Pokoknya Enggaaaaaak."
Apapun reaksi Anda, Anda harus tahu bahwa memang hanya sedikit orang yang mau berhadapan dengan situasi di atas. Mengapa? Karena, selain untuk acara-acara yang khusus sifatnya, Anda memang merasa tidak membutuhkan model komunikasi yang demikian. Lantas, apa ini berarti bahwa Anda memang hanya punya sedikit kesempatan untuk berbicara di depan publik? Tidak.
Justru, faktanya Anda hampir selalu berbicara di depan publik. Mungkin Anda guru, mungkin Anda pejabat ketua RT, mungkin Anda di bagian marketing, mungkin Anda orang partai, atau mungkin Anda seorang demonstran. Hanya saja, Anda tidak menganggap semua itu sebagai public speaking.
Setiap kali Anda memberikan pengarahan, menjelaskan bagaimana harus mengerjakan sesuatu, menawarkan bantuan kepada orang lain, atau mendiskusikan pendapat dan pandangan Anda, Anda sebenarnya menggunakan elemen-elemen public speaking.
Anda adalah public speaker saat Anda mencoba meyakinkan tentang sesuatu kepada seorang teman, kawan sekelas, instruktur, teman kerja, atasan, bawahan, murid, anak, keponakan, istri, bahkan mertua. Anda adalah seorang public speaker saat Anda berbagi cerita dengan orang lain. Anda sedang mengimplementasikan keahlian public speaking saat Anda menawarkan ide ke tim kerja Anda atau saat Anda melaporkan situasi terakhir tentang suatu proyek.
Semua situasi di atas menuntut Anda menggunakan keahlian public speaking, yaitu mempraktekkan semua ini:
- Mengorganisasikan ide-ide;
- Menentukan konteks dan memperhitungkan audience;
- Mengadaptasi pesan yang ingin disampaikan kepada dua hal di atas;
- Memilih cara yang paling efektif untuk membagi jalan pikiran Anda
kepada mereka;
- Menyampaikan pesan Anda;
- Dan kemudian menyimak reaksi mereka untuk mengetahui apakah mereka
telah memahami Anda.
Anda harus terus berupaya untuk makin memahami betapa pentingnya keahlian public speaking untuk mengisi kehidupan pribadi, sosial, pendidikan, profesi, karir dan bisnis Anda.
Dengan segala kerendahan hati kami mengajak Anda.
bergabunglah dengan milis BICARA di:
http://groups.yahoo.com/group/bicara/
atau kirim email kosong ke:
bicara-subscribe@yahoogroups.com
Marilah belajar bersama memahami fenomena berbicara.
MILIS BICARA.
Berikut ini adalah mini quiz untuk menentukan apakah diri Anda sudah
cukup siap untuk menjadi pembicara (self assessment). Nilailah diri
Anda sendiri. Jujurlah pada diri sendiri. Berilah nilai untuk diri
Anda sendiri dengan skor antara 1 sampai 10.
PERCAYA DIRI
1 - 2 - 3 = Saya memang brengsek. Pecundang. Ngehek.
4 - 5 - 6 - 7 = Saya KURANG NYAMAN, tapi berhasil mengatasinya.
8 - 9 - 10 = Saya menyukainya.
OTENTIK
1 - 2 - 3 = Anda bercanda? Mereka tidak boleh melihat asli Saya!
4 - 5 - 6 - 7 = KADANG-KADANG asli Saya keluar juga.
8 - 9 - 10 = Emangnya harus jadi siapa?
PERSUASIF
1 - 2 - 3 = Saya tidak pernah bisa meyakinkan orang lain.
4 - 5 - 6 - 7 = KADANG meyakinkan KADANG tidak.
8 - 9 - 10 = Jika Saya bicara, orang lain mendengar.
ORGANISASI
1 - 2 - 3 = Saya kacau balau. Pikiran Saya simpang-siur.
4 - 5 - 6 - 7 = Saya cukup terstruktur, tapi KADANG ngelantur.
8 - 9 - 10 = Saya tahu ada di mana, dan Saya tahu mau ke mana.
KUSTOMISASI
1 - 2 - 3 = Saya cuma pembicara "kalengan".
4 - 5 - 6 - 7 = Saya bisa menyesuaikannya, tapi kayaknya SAMA SAJA.
8 - 9 - 10 = Saya senang membuat setiap pembicaraan menjadi unik.
INTEGRASI ALAT BANTU
1 - 2 - 3 = Saya benar-benar tidak terampil dengan alat peraga.
4 - 5 - 6 - 7 = Saya mau saja menggunakannya, tapi MALAS ah!
8 - 9 - 10 = No problem.
MENJAWAB PERTANYAAN
1 - 2 - 3 = Saya merasa jadi target dan bulan-bulanan.
4 - 5 - 6 - 7 = Saya SERING berputar-putar, tapi tetap Saya jawab.
8 - 9 - 10 = Mau nanya apa?
Berkaitan dengan trait ini, banyak pembicara yang berorientasi pada konsep "Almugada". Apa lu mau gua ada!
ANALISIS:
Jika jawaban Anda 1 - 2 - 3 :
Belajarlah dengan keras dari awal lagi.
Jika jawaban Anda 4 - 5 - 6 - 7 :
Perbaiki semua kata yang dicetak dengan huruf besar. Jadikan bernilai positif.
Jika jawaban Anda 8 - 9 - 10 :
Selamat. Audience menunggu Anda. Anda siap tinggal landas!
Well?
Ikhwan Sopa.
Terjemahan bebas materi oleh:
Dr Helen Z. Landon, PhD
Saat berbicara dengan seseorang atau sekelompok orang, Anda mungkin mengalami kesulitan dalam menemukan bahan pembicaraan. Apalagi, jika orang atau orang-orang itu baru saja Anda kenal.
Dalam situasi itu, Anda punya dua pilihan. Pertama, Anda bisa memecahkan kebekuan, atau kedua, Anda terus-menerus tersiksa saat harus bertemu dan berhadapan dengan orang-orang baru.
Berikut ini adalah tips yang bermanfaat agar Anda bisa menjadi "pemecah es" yang hebat.
I. MEMPERSIAPKAN DIRI
BERHENTILAH MELABELI NEGATIF DIRI SENDIRI
"Saya emah pecundang."
"Aku nggak bakal pernah punya teman."
"Saya memang kuper."
"Saya nggak pernha bakal tahu gimana memulai percakapan."
STOP!!!
IDENTIFIKASI KEKUATAN DIRI
Identifikasi, selidiki, pahami, dan ulangi setiap kali.
UBAH KONSEP SOSIAL
Ubahlah konsep Anda menjadi begini: Bersosialisasi tak pernah merugikan. Itu adalah silaturahim dengan saudara. Nothing to loose jika harus bertemu dengan orang-orang baru. Nikmati saja, tidak usah dipikirkan. Lakukan.
HENTIKAN BENTUK-BENTUK PENOLAKAN
Terima semua tawaran sosialisasi yang Anda anggap bermanfaat. Ambil semua peluang bicara. Jangan tolak ajakan yang membuka peluang networking, berkenalan, berbicara, berguna dan bermanfaat.
II. MEMECAH ES KEBEKUAN
TANYAKAN PERTANYAAN STANDAR
"Maaf, boleh tahu nama Bapak?"
"Apa kabar?"
"Anda kerja di sini?"
"Bapak sudah lama kenal dengan tuan rumah acara kita?"
Jadilah ingin tahu.
TANYAKAN INFORMASI
"Maaf, toiletnya di mana ya?"
"Kantor administrasinya yang mana sih?"
"Mau narok payung di mana ya?"
BERI PUJIAN
"Waw, mobil Bapak baru ya?"
"Duilee.. kayaknya yang ini bintangnya ya?"
"Amboi.. Anda percaya diri banget!"
KOMENTARI SITUASI
"Kayaknya, lampu di sini terlalu gelap ya?"
"Kok nggak mulai-mulai ya, acaranya?"
"Kita ini menghadap ke arah mana ya? SUdirman itu sebelah mana?"
GUNAKAN HUMOR
"Mas, mas, Bapak itu kok kayak kutu loncat aja ya?"
"Mas, tau nggak artinya "pembicara?"
CAMKAN INI
Bertanya
Mendengar aktif
Cerita tentang diri sendiri
Focus pada situasi - ini anti tulalit
Ambil risiko, jadilah orang yang pertama bicara
Pelihara rasa ingin tahu - yang sehat
Bicara dua arah
Jadi diri sendiri
Cari kesamaan
TANDA KEBERHASILAN
(Ada pada lawan bicara)
Tersenyum
Gesture terbuka - tidak berkacak pinggang, tidak seperti berjaga atau bertahan
Bersandar dengan santai
Bersentuhan - salaman, menepuk bahu (hati-hati dengan yang ini!!!)
Kontak mata - hati-hati juga khususnya untuk lawan jenis
Cara menegakkan kepala yang rileks
Menghadapkan wajah secara penuh
Mempertahankan jarak yang nyaman
LATIHAN
Minta tolong teman, keluarga saudar dan sebagainya
Praktekkan dalam berbagai situasi bicara (kondanga, pesta, meeting dsb)
Visualisasikan skenario yang berbeda - visualisasikan sukses
Visualisasikan perubahan diri, dari menolak menjadi menerima
Ringkasan Chapter I
"THE ART OF PUBLIC SPEAKING"
Dale Carnegie
MERAIH PERCAYA DIRI DI DEPAN AUDIENCE
Pernahkah Anda perhatikan, dari jendela kereta yang Anda tumpangi, kerbau di pinggir yang merumput dengan tenang dan tak sekalipun menengadahkan kepala untuk menengok dan bertanya, "gemuruh suara apa ini?"
Sementara di sisi yang lain, mungkin saja ada penggembala yang disibukkan oleh upaya untuk menenangkan kerbaunya karena panik mendengar suara gemuruh kereta.
Bagaimana cara menyembuhkan ketakutan kerbau yang kedua? Memindahkannya ke pedalaman agar ia bisa merumput di sana dengan tenang, atau membuatnya makin sering mendengar suara gemuruh kereta api?
Pilihlah alternatif kedua. Hadapi audience sesering mungkin, Anda akan berhenti malu dan takut. Segala buku mungkin bisa membantu. Tapi nyemplung adalah satu-satunya yang terbaik. Dokter memberi resep, tapi pasienlah yang harus menelan pil pahitnya.
Belajarlah berbicara dengan berbicara.
Gugup dan takut tak akan pernah benar-benar hilang. Public speaker besarpun masih menyimpannya. Daniel Webster adalah contohnya. Ia bahkan harus angkat kaki dari kursinya, saat pertama kali tampil untuk berbicara. Dia nervous. Glasdstone begitu juga. Beecher begitu juga. Bahkan Ronald Reagen juga terkenal akan kegugupannya saat hendak bicara.
Ada banyak cara untuk menekan rasa gugup dan takut berbicara. Kita bisa mencontoh dunia fisika. Untuk mengeluarkan udara dari gelas, isilah ia dengan air.
TENGGELAMLAH KE DALAM SUBJEK BICARA
Fokus dan konsentrasi adalah proses pengalihan perhatian dari hal-hal yang kurang penting. Sudah terlambat untuk memikirkan bentuk potongan baju Anda. Model kancing Anda atau warna ikat pinggang Anda.
Fokus dan konsentrasilah pada apa yang akan Anda bicarakan. Penuhi kepala Anda, isilah seperti mengisi air ke dalam gelas. Dengan memenuhinya, hal tidak penting akan keluar dari kepala Anda.
Self-conciousness alias terlalu memperhatikan diri, adalah hal sekunder jika Anda ingin berpresentasi. Saat bicara, Anda tidak perlu lagi memperhatikan suara Anda, pakaian Anda, gerak tubuh dan anggota badan Anda. Sebab Anda memang tak perlu melakukannya.
Jika gedung dan ruang tempat Anda akan bicara dilalap api, dan Anda masih di atas panggung, besar kemungkinan Anda akan berteriak-teriak keras memberi komando untuk menyelamatkan diri. Anda melakukannya dengan penuh emosi, dengan mimik wajah yang sesuai keadaan dan dengan suara serta gerak tubuh yang paling alami. Bukankah Anda belum pernah melatihnya?
Tapi begitulah, kita semua sudah alami.
Lebih buruk lagi, Anda salah besar jika Anda berupaya untuk tampil hebat. Anda berasumsi tentang kehebatan itu, dan Anda memenuhi diri sendiri dengan asumsi itu. anda penuh, dan tak ada tempat lagi untuk kehebatan yang sebenarnya, kehebatan menurut kacamata audience. Anda hebat, tapi menurut diri Anda sendiri.
MILIKI SESUATU YANG BISA DIBICARAKAN
Kesalahan banyak pembicara adalah maju ke muka, tapi tidak ada yang akan dibicarakan. Blank. Dan jika kosong, vacuum cleaner akan menyedot apa yang terdekat saja. Jika Anda kosong, maka Anda akan mulai bertanya, "bagaimana rambut Saya?" "Bagaimana bedak Saya?" "Bagaimana kumis Saya?" Anda akan sangat sibuk, tapi untuk diri sendiri. Padahal, Anda berdiri di sana untuk orang lain, orang-orang di depan Anda.
Jadi, Anda harus melakukan persiapan, dan mengetahui sesuatu sebelum mulai bicara. Miliki sesuatu yang bisa menginspirasi, maka tidak ada yang perlu Anda takutkan.
PERSIAPKAN KESUKSESAN ANDA, KEMUDIAN: HARAPKAN SUKSES ITU
Terlalu percaya diri itu buruk. Kelinci yang kecentilan akan mengundang petaka. Rendah hati tidak akan mendiskon kemuliaan Anda. If you believe you will fail, there is no hope for you. You will. Kapasitas Anda bisa tak terbatas (secara manusiawi). Seekor elang menantang matahari tanpa berkedip. Jadilah elang yang menantang. Tetaplah rendah hati.
KUASAI AUDIENCE
Di dalam public speaking ada listrik. ada kekuatan positif dan ada kekuatan negatif. Anda atau audience Anda, salah satunya akan memegang kekuatan yang positif itu. Jika Anda berasumsi memegang kekuatan positif, itulah yang akan Anda dapat.
Jadilah berani. Itu akan membuat Anda santai dan PD.
Refleksikan bahwa audience tidak akan melukai Anda. Beecher (walikota Liverpool) menghadapi penggemar klub sepakbola Liverpool yang ganas, dengan berbicara dari balik jaring kawat sebagai pengaman. Ia meminta mereka melemparinya dengan buah busuk. Ia menghadapinya, dan ia menang atas mereka.
Dalam menghadapi audience, berhentilah sejenak dan tataplah mereka -- 100 melawan 1 perbandingannya, bahwa mereka mengingnkan Anda sukses.
Jangan ragu untuk memulai.
Jangan meminta maaf tentang kesiapan Anda.
Ambil nafas dalam.
Rileks.
Mulailah bicara seperti Anda berbicara kepada sekelompok teman.
Ingatlah bagaimana kita di kolam renang. Jika hanya Anda pegang airnya, memang dingin. Tapi jika Anda nyemplung, dinginnya biasa saja.
Buang rasa takut dan gugup. Pada audience Anda ada kemenangan, itu hak Anda.
SAYA TIDAK BERSIMPATI PADA ANDA
Bukankah, semua hal di atas terdengar tidak simpatik?
Saudaraku, apa yang Anda butuhkan bukan simpati. Yang Anda butuhkan adalah dorongan. Sukses dan tidak sukses lebih ditentukan oleh sikap mental dan bukan oleh kapasitas mental.
Sebab, kapasitas Anda memang besar.
NB:
Saya,
kerbau yang mana?
Ron Kurtus
School For Champions
Menjadi pembicara yang juara tidak berarti bahwa Andalah yang terbaik dalam bidang ini. Melainkan, bahwa Anda mengikuti filosofi untuk menghargai apa yang Anda miliki, hidup sebagai juara, dan menikmati "petualangan" hidup dengan membantu orang lain menikmati apa yang mereka punya.
Pertanyaan:
- Apa yang harus dihargai?
- Bagaiman hidup sebagai juara?
- Mengapa menolong orang lain?
PENGHARGAAN
Hargai dan berterimakasihlah untuk segala sesuatu yang Anda miliki. Hargai apa saja yang Anda miliki sebagai orang yang berbicara atau orang yang punya karir dan berbicara. Jangan jalani semua itu dengan sekedarnya. Pekerjaan yang paling buruk sekalipun tetaplah lebih baik dari pada menjadi pengangguran.
Jika anda baru saja di-PHK hargai teman dan keluarga Anda. Bersikaplah penuh terimakasih karena Anda memiliki keahlian dan kemampuan. Sikap ini teramat penting untuk bisa menggapai titik yang lebih tinggi selanjutnya.
HIDUP SEBAGAI JUARA
Hidup sebagai juara artinya menjalani hidup dengan sehat lahir dan batin, berpengetahuan dan berilmu, mengupayakan kesempurnaan, berpegang pada nilai-nilai dan terhormat serta mulia.
KESEHATAN
Anda tidak akan bisa berbicara dengan efektif jika anda tidak sehat. Jagalah kesehatan fisik dan emosional Anda, sehingga Anda tetap bisa melakukan apa yang ingin dan harus lakukan. Jika Anda sehat lahir dan batin, secara otomatis Anda akan merasa baik.
PENGETAHUAN, ILMU dan KEAHLIAN
Seorang pembicara perlu untuk secara kontinyu memperbaiki pengetahuan dan ilmunya dalam teknik dan wawasan berbicara. Jika Anda berilmu, berpengetahuan dan ahli dalam bidang Anda, percaya diri Anda akan tumbuh dan berkembang.
PATOKAN KESEMPURNAAN
Lakukan segala sesuatu dengan yang terbaik yang Anda punya dan yang Anda bisa untuk mencpai sasaran Anda. Persistensi dan kesadaran adalah penting. Jika Anda menyelesaikan segala sesuatu dengan sempurna, Anda pasti akan percaya diri.
Ada modifikasi rumus Einstein yang berbunyi begini:
E = mC2
Di mana E adalah Excellency, m adalah Manusia dan C adalah Character. Karakterlah yang lebih menentukan kesempurnaan.
TATA NILAI
Anda harus punya tata nilai yang Anda yakini agar Anda juga bisa memberi nilai kepada audience Anda. Pembicaraan Anda sudah seharusnya merupakan sesuatu yang mereka inginkan dan butuhkan. Jika pembicaraan Anda bernilai, Anda akan dipertimbangkan sebagai pembicara yang bernilai.
KARAKTER
Anda harus memelihara posisi yang dihormati, terhormat, jujur dan mulia dalam berinteraksi, menangani dan memperlakukan orang lain. Dengan cara ini, Anda bisa sedikit menegakkan kepala dan dihargai karena integritas Anda.
MENIKMATI ALIAS BERSYUKUR
Hidup adalah perjalanan. Profesi yang Anda pilih juga merupakan perjalanan, di mana Anda berharap imbalan dan menikmati perjalanan itu. Bekerja keras memang perlu, tapi Anda tentunya tidak ingin berperlaku yang mengakibatkan Anda terjerumus kepada kenistaan. Nikmati "petualangan" Anda.
MEMBERI
Sebagian dari menikmati dan bersyukur adalah memberi dan menolong orang lain untuk menikmati "petualangan" mereka. Bukalah selalu mata, telinga dan tetnu saja hati untuk menemukan tempat-tempat di mana Anda bisa menolong orang lain. Bantulah rekan kerja, tolonglah tetangga, bimbinglah yang lebih muda. Memberi dan menolong akan meningkatkan kenikmatan Anda sebagai juara di dalam hidup.
















