Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Magazine

Smoke

Natural

Feature

Video News

Dalam surat Al Hujurat (QS 49) Allah SWT memaparkan 7 kiat bagi kita untuk menangkal virus-virus ukhuwwah yang bisa menghancurkan shaf ukhuwwah yang telah dibina.

1. Tabayyun

Tabayyun berarti mencari kejelasan informasi dan mencari bukti kebenaran informasi yang diterima. Allah SWT berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa berita maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (QS 49:6)

2. 'Adamus Sukhriyyah

Artinya tidak memperolok-olokkan orang atau kelompok lain. Firman Allah SWT:

"Wahai orang-orang yang beriman janganlah satu kaum memperolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang memperolok-olokkan)." (QS 49:11)

Mampukah kita sekedar meninggalkan tradisi sukhriyyah dan perasaan ana khairun minhu (saya lebih baik daripadanya), yaitu perasaan 'sombong' seperti yang dimiliki iblis???

3. 'Adamul Lamz

Maksudnya tidak mencela orang lain. Ini ditegaskan dengan firman-Nya:

"Dan janganlah kamu mencela diri sendiri'. Mencela sesama muslim, oleh ayat ini dianggap mencela diri sendiri, sebab pada hakekatnya kaum muslimin dianggap satu kesatuan. Apalagi jika celaan itu adalah masalah status dan standar kebendaan. Allah sendiri menyuruh Rosul dan orang-orang yang mengikutinya untuk bersabar atas segala kekurangan orang-orang mukmin. (Lihat QS, 18:28)

4. Tarkut Tanabuz

Yakni meninggalkan panggilan dengan sebutan-sebutan yang tidak baik terhadap sesama muslim. Ini berdasarkan firman Allah SWT:

"Dan janganlah kamu saling memanggil dengan sebutan-sebutan (yang buruk)." (QS 49:11)

Tanabuz dalam bentuk yang paling parah adalah berupa pengkafiran terhadap orang yang beriman. Pada kenyataannya masih saja ada orang atau kelompok yang dengan begitu mudahnya menyebut kafir kepada orang yang tidak tertarik untuk masuk ke dalam kelompok tersebut.

5. Ijtinabu Katsirin minadzdzan

Allah SWT berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa." (QS 49:12)

Pada dasarnya seorang muslim harus berbaik sangka terhadap sesamanya, kecuali jika ada bukti yang jelas tentang kesalahan tersebut.

6. Adamut Tajassus

'Adamut Tajassus adalah tidak mencari-cari kesalahan dan aurat orang lain. Perbuatan ini amat dicela Islam. Allah SWT amat suka bila kita berusaha menutup aib saudara kita sendiri. Firman Allah SWT:

"Dan janganlah kamu sekalian mencari-cari kesalahan (dan aurat) orang lain." (QS 49:12)

7. Ijtinabul Ghibah

Allah SWT menegaskan:
"Dan janganlah kamu sekalian menggunjing sebagian lain.Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?..." Ghibah sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah SAW adalah menceritakan keburukan dan kejelekan orang lain. Ketika seseorang menceritakan kejelekan orang lain, maka ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, jika yang diceritakannya benar-benar terjadi maka itulah ghibah. Kedua, jika yang diceritakannya itu tidak terjadi berarti ia telah memfitnah orang lain. Begitu besarnya dosa ghibah, sampai Allah SWT menyamakan orang yang melakukannya dengan orang yang memakan bangkai saudaranya sendiri.

Wallaahu'alam

sumber : seri bunga rampai islam

  1. Bersikaplah terbuka.

    Keterbukaan tidak saja akan membuat sahabat Anda lebih mengenal Anda, tetapi Anda juga akan lebih mengenal diri sendiri. Ungkapkanlah perasaan2, keinginan dan harapan-harapan Anda. Hanya dengan keterbukaan, Anda bisa bicara dari hati kehati, dan itu sangat penting bagi keintiman persahabatan.
  2. Ciptakanlah keseimbangan antara memberi dan menerima.

    Anda tidak cukup hanya berperan sebagai pemberi tanpa menerima atau hanya sebagai penerima tanpa memberi. Hal ini menyangkut aspek yang luas, termasuk berbagi kegembiraan dan kesedihan.

  3. Terimalah sahabat Anda sebagaimana adanya.

    Jadilah sahabatnya tanpa menuntutnya berubah sesuai keinginan Anda. Mungkin dia terlalu cerewet, agak cuek, sangat sensitif atau matre. Dia memang tidak sempurna dan mungkin sering melakukan hal-hal yang Anda tidak sukai. Namun jangan lupa, Andapun tidak luput dari kelemahan dan kekurangan.

  4. Bila sahabat Anda mempunyai sifat atau kebiasaan yang umumnya tidak disukai orang lain dan bisa menghambat pergaulannya, ingatkanlah dia pada waktu yang tepat.

    Barangkali selama ini dia tidak menyadari atau belum pernah ada seorangpun yang mengkritiknya. Kalau diperlukan, berilah saran dan biarkan dia berubah sedikit demi sedikit. Supaya fair, boleh juga Anda memintanya mengkritik Anda.
  5. Bermurahhatilah.

    Ulurkanlah tangan ketika ia memerlukan bantuan, hiburlah ketika dia sedang sedih, dengarkanlah ketika dia mencurahkan isi hatinya, temanilah ketika dia mengalami masa-masa sulit, doronglah semangatnya dll.

  6. Berikanlah perhatian.

    Meskipun ia tampak tidak membutuhkannya, namun dia akan senang menerimanya. Jangan melupakan hari-hari istimewanya, bawakan oleh-oleh ketika Anda Pulang dari kota, pujilah potongan rambutnya yg bagus, tanyakan khabar keluarganya, dsb.

  7. Bersikaplah penuh toleransi.

    Tidak ada masalah bila Anda berbeda dengan sahabat Anda, baik agama, suku, prinsip atau kebiasaan. Semua itu bisa memperkaya suatu persahabatan bila kedua belah pihak mau saling mengahargai. Dan semakin baik toleransi Anda, maka akan semakin matang kemampuan Anda bersosialisasi.
  8. Hargailah sahabat Anda sebagai seorang pribadi yang punya harga diri.

    Meskipun hubungan sudah sangat akrab, dia masih bisa tersingung dengan sikap dan ucapan Anda. Hatinya bisa terluka bila dihina, dikecam atau dipermalukan, meskipun dalam konteks bercanda.

  9. Hormatilah privasi sahabat Anda.

    Bila dia menceritakan sesuatu rahasia, jangan membocorkannya karena itu berarti mengkhianati perasaannya. Ketika dia sedang ingin sendiri, jangan mengganggunya. Jangan tergoda untuk membuka buku hariannya, tas atau dompet miliknya tanpa ijin, dsb.

  10. Bila terjadi konflik, selesaikanlah segera.

    Mulailah mengambil inisiatifuntuk menyelesaikannya. Jangan menunda-nunda apalagi bersikap seakan-akan tidak ada masalah. Meskipun konflik bisa mengganggu hubungan persahabatan, namun bila diselesaikan dengan baik bisa membuat hubungan menjadi lebih intim.
Orang yang mempunyai sahabat akan lebih sehat dan bahagia daripada mereka yang tidak punya seorangpun. Seorang sahabat lebih berharga dari emas atau permata. Kekayaan tidak bisa membelikan Anda seorang sahabat atau membayar kerugian akibat kehilangan seorang sahabat. –C.D. Prestice-

sumber : seri bunga rampai islam
Diane DiResta
Presiden DiResta Communications, Inc.
Disarikan dari "Knockout Presentations" (Chandler House Press)
HBA Bulletin

Anda telah siap. Anda naik ke podium, memulai pembicaraan dan "duer!, jleger!, bledug!" - Anda diserang oleh audience yang ganas. Bagaimana Anda bisa tetap tenang dan mengambil kontrol kembali?

Saat saya mulai menjadi konsultan, Saya ingat tentang tugas pertama Saya. Tugas Saya adalah mendisain dan menyampaikan seminar tentang keahlian menulis dan presentasi untuk 30 orang calon MBA.

Hari besar itu tinggal sehari lagi dan saya sudah siap dengan materi Saya. Hanya saja, ada hal kecil. Pihak kampus menjadwalkan bahwa ujian  yang berkaitan dengan materi Saya itu, dilaksanakan sehari setelah sesi seminar Saya.

Secara alamiah, para calon MBA itu berpikir bahwa mereka harus belajar sehari sebelum hari ujian. Dan lebih parah lagi, Saya hanya diberi kesempatan mengisi sesi itu selama satu jam. Biasanya, materi Saya harus "dimakan" seharian penuh. Merekapun berhamburan ke kantor administrasi dan mengancam akan memboikot kelas.

Pada jam empat hari itu, manajemen kampus memanggil Saya dan berkata, "Diane, Saya tidak ingin ada persoalan apapun besok." Kemudian Saya menemui penanggung jawab yang mendatangkan Saya, dan mencoba meyakinkannya untuk menjadwal ulang sesi Saya. Dia menolak.

Saya tidak tidur malam itu sambil memeras otak untuk mencari sebuah solusi. Jika Saya beralasan sakit, Saya akan kehilangan satu klien. Akan tetapi, saya juga tidak mau melangkah masuk ke kandang harimau. Akhirnya, Saya menemukan solusi yang Saya sebut dengan "Strategi 3D" - Depersonalize, Detach, Defuse.

Apakah Anda menangani tim, menjalankan meeting, atau memberikan presentasi oral, tidaklah cukup hanya dengan menguasai materi. Anda juga harus bisa menangani proses. Dinamika kelompok selalu berubah dan berurusan dengan sebuah tim bisa menghabiskan banyak energi. Seorang pemimpin atau fasilitator harus mampu mengubah perspektif dan menggunakan tidak hanya satu strategi.

LANGKAH PERTAMA

Langkah pertama adalah depersonalisasi. Setiap audience datang dengan bagasi emosionalnya masing-masing. Seorang perempuan bisa saja keluar meninggalkan sebuah sesi motivational speaking hanya karena pembicaranya memakai pakaian Elvis, karena dia tidak suka Elvis. Kepergiannya itu tidak berhubungan dengan kemampuan atau bakat sang pembicara. Pelajarannya? Jika Anda bertemu dengan audience yang kritis, sulit atau ganas, jangan diambil hati.

LANGKAH KEDUA

Langkah kedua adalah pembebasan atau detach. Artinya, jangan libatkan ego. Sekali Anda masuk ke pembicaraan secara orang per orang, dan orang yang hadapi adalah seorang biang kerok, maka Anda telah menciptakan sebuah dinamika kompetitif. Jangan biarkan emosi Anda lepas kontrol. Ajukan berbagai pertanyaan yang bisa menghasilkan pengertian, pemahaman dan permakluman. Jangan mengambil sikap bertahan.

LANGKAH KETIGA

Langkah ketiga adalah perlucutan. Hilangkan energi negatif. Salah satu alat perlucutan yang terbaik adalah humor. Jika Anda merasa tertekan, energi negatif akan meningkat. Ambil pendekatan yang ringan, mudah dan menyenangkan. Anda tidak bisa tertawa dan marah pada saat yang bersamaan. Anda harus memilih.

MENANGANI SIKAP BERTAHAN

Untuk bisa menghadapi audience yang sulit, mulailah mengenali tanda-tanda pertahanan. Apakah mereka mulai sering berbicara dengan orang di sebelahnya, terpaku membaca materi, mengotak-atik HP mereka, menantang Anda, mengalami kesulitan mengikuti pembicaraan, atau duduk dengan posisi tubuh tertutup (memeluk badan, meletakkan tangan di tempat tertentu dari tubuhnya dan sebagainya)? Jika Anda merasakan bahwa Anda mulai bekerja lebih keras, maka kemungkinannya Anda sedang berhadapan dengan bentuk-bentuk pertahanan. Sekali Anda bisa mengenali tanda-tanda ini, cari tahu dari mana datangnya.

Pertahanan muncul dari sebab-sebab berikut:

- Bagaimana melakukannya
- Berubah menjadi
- Ingin menjadi

Apakah mereka bertahan karena mereka tidak tahu bagaimana caranya berpartisipasi dalam sesi Anda? Jika begitu, berikan instruksi yang lebih jelas tentang bagaimana mereka bisa berpartisipasi.

Apakah mereka bertahan karena merasa tidak punya kesempatan untuk terlibat secara produktif? Sebagai contoh, katakanlah Anda telah meminta mereka berpartisipasi melalui diskusi dengan partner di sebelahnya. Beberapa dari mereka mungkin tidak menunjukkan respon. Bisa jadi, mereka belum mendapatkan partner. Tolonglah mereka mendapatkan partner.

Atau, Anda meminta mereka bekerja dalam tim dengan anggota empat orang, dan yang aktif hanya dua orang. Bisa jadi, dua anggota yang pasif adalah orang-orang introvert sementara dua yang aktif adalah extrovert. Mereka mungkin saja kesulitan untuk terjun dan didengar. Jika kasusnya demikian, sediakan kesempatan khusus untuk mereka.

Alasan terakhir untuk sebuah pertahanan adalah kesenjangan dalam motivasi. Anda meminta sukarelawan dan tidak seorangpun mengangkat tangan. Mungkin, mereka belum melihat manfaatnya. Mungkin ada terlalu banyak "makanan" di "piring" mereka, sehingga tidak mampu lagi menambah porsi penugasan. Mungkin, mereka tidak ingin memasuki "wilayah" koleganya. Tugas anda, adalah membantu mereka melihat nilai-nilai yang bisa diperoleh dari partisipasi.

Untuk mematahkan pertahanan, gunakan pola-pola interupsi. Dengan kata lain, lakukan sesuatu dengan cara yang berbeda. Goyang mereka, lakukan percepatan. Ceritakan sebuah kisah. Buat mereka terlibat. Anak-anak yang sedang bermain adalah sebuah contoh situasi tanpa pertahanan.

Apakah Anda sedang melakukan sesuatu yang memperkuat pertahanan mereka? Apakah Anda terlalu kaku? Apakah Anda mengikuti skenario yang sama sekali tak bekerja? Apakah presentasi Anda membosankan? Apakah Anda menciptakan situasi yang pembicara-sentris dan bukan berfokus pada mendengarkan kebutuhan dan ketertarikan mereka? Apakah Anda bereaksi terhadap seseorang yang menyulitkan atau merespon situasi secara keseluruhan?

TETAPKAN SETTING DAN ARAHNYA

Banyak sekali masalah bisa dihindari dengan menetapkan harapan-harapan sejak dari awal. Bila orang merasa tidak jelas tentang sasarannya, tentang peranannya, dan tentang bagaimana mereka dievaluasi, perilaku-perilaku menyulitkan akan muncul. Jika berbagai harapan bisa diidentifikasi dengan jelas, berikan mekanisme feedback dari mereka dan dengarkan dengan seksama apa yang mereka sampaikan. Jika seseorang merasa tidak didengar atau tidak dihargai, maka orang itu akan  memunculkan perilaku bertahan.

IDENTIFIKASI KARAKTER

Siapakah yang benar-benar bisa menekan "tombol" Anda? Apakah seseorang yang merasa lebih tahu segalanya, atau tukang komplain yang selalu menemukan kesalahan pada setiap hal? Untuk tetap "cool" dan terkontrol, kenalilah karakter-karakter yang bisa membuat Anda "meledak". Dengan mengidentifikasi dan mempelajari mereka, Anda bisa memperkuat kemampuan Anda.

JENIS-JENIS KARAKTER SULIT

Eager Beaver - Orang ini secara aktif selalu menjadi yang pertama dalam berpartisipasi dan dia berkeinginan membantu. Ia bisa menyulitkan orang lain karena terlalu aktif. Jangan jatuhkan semangat orang ini. Akui partisipasi dan kontribusinya, tapi dorong orang lain untuk ikut berpartisipasi.

Expert - Orang ini menantang otoritas Anda; dan mendebat orang lain. Bisa jadi orang ini benar-benar seorang expert yang membutuhkan pengakuan. Akui kepakarannya tanpa sikap bertahan. Tetaplah bertanya pada orang lain yang bukan pakar tentang pendapat mereka. Strategi  jitu untuk para expert ini adalah memainkan kepakaran mereka. Minta mereka menyampaikan pendapat dan pandangan pakarnya. Dengan segera, mereka akan menjadi sekutu tangguh dan siap menghadapi siapapun.

Rambler - Orang ini adalah tukang cerita. Anda meminta waktu, Anda mendapatkan sejarah yang kelewat lengkap lengkap. Untuk menangani seorang rambler, potong bicaranya, intisarikan komentarnya, dan minta orang lain memberikan pendapat. Jangan biarkan orang ini menjadi pembicara pengganti.

Poor Loser - Orang ini tidak akan mengakui satu kesalahan pun. Mereka tidak mempunyai kekuatan ego untuk mengakui kesalahan. Jangan sudutkan mereka. Ciptakan "sepakat untuk tidak sepakat". Biarkan mereka menyelamatkan mukanya.

Dominator - Mereka ingin mengontrol. Mereka bisa mengintimidasi seluruh audience dengan memonopoli pembicaraan atau aktivitas. Jangan biarkan mereka mengambil alih panggung. Jangan biarkan mereka melakukan kudeta. Gunakan humor. Sebagai contoh, saat meminta respon, Anda bisa bergurau dengan mengatakan, "Ayo! Siapa saja asal bukan Bambang!" Jika ini tidak berhasil, istirahatkan sesi dan bicaralah pada orang itu secara personal.

Side Conversators - Dua atau lebih orang bisa terlibat dalam pembicaraan selama presentasi Anda. Jika audience besar dan ruangan luas, abaikan saja. Tapi dalam kelompok kecil, hal ini mengalihkan perhatian dari pembicaraan Anda. Lakukan kontak mata dengan tukang ngobrol ini dan berhentilah bicara sampai mereka menyadari. Anda bisa mengkonfrontasi mereka secara langsung dan meminta mereka untuk berhenti bicara selama sesi Anda. Atau, cobalah teknik berjalan. Berjalanlah ke arah mereka, berdiri di depan mereka dan teruslah berbicara. Mereka akan menangkap maksud Anda.

Negative - Orang ini sangat bertahan dan memandang negatif terhadap Anda, terhadap materi, topik atau poin Anda, dan mereka tidak ingin berada di ruangan itu. Mulailah mencari tahu latar belakangnya. Tawarkan untuk rekonsiliasi, atau tawarkan untuk berdiskusi setelah sesi.

Complainer - Whiner - Selalu menemukan kesalahan di mana pun. Sering mengeluh tapi tanpa solusi. Mereka mungkin tidak bersikap negatif terhadap materi Anda, tapi memang suka mengeluh. Inilah orang yang "Iya sih, tapi..." Jangan terjebak pada permainan mereka. Ambillah alternatif. Tetaplah fokus dan maju terus.

Hecklers - Cobalah untuk mengabaikan pengacau ini. Jika mereka tidak mendapatkan respon dari Anda, mereka mungkin akan menyerah. Jika Anda menerapkan retorika, maka cara ini hanya akan mengundang mereka kembali lagi untuk mengacaukan Anda. Berjalanlah ke arah mereka, letakkan tangan Anda di pundak mereka dan terus bicara. Jangan menunjukkan sikap menyerang atau meletakkan sesuatu selain tangan Anda. Atau, mintalah mereka memperkenalkan dirinya - mereka biasanya lebih memilih menjadi NN.

Saat berurusan dengan audience sulit, ingatlah bahwa perilaku yang mengganggu adalah cerminan dari kebutuhan yang tak terpuaskan. Strategi terbaik Anda adalah rasa humor dan sebuah pengertian tentang latar belakang perilaku itu. Nanti, jika Anda menghadapi kasus yang sama, ambil sudut pandang 3D - Depersonalize, Detach, and Defuse.
Disuatu ketika
Terbesit suara hatiku menggema
Punya cita cita tuk mengubah bangsa
Dengan serta merta

Namun hatiku merasa kecewa
Karena bangsaku tiada berubah
kini kuurungkan niatan hati ini
Biarlah kuubah diri sendiri

Ku mulai dari diri sendiri
Ku mulai dari yang paling kecil
Tak kan pernah aku menunda-nunda
Kan kumulai saat ini juga

Beginilah harusnya diri kita
Bila ingin bangsa ini berubah
Jangan pernah saling salah-menyalah
Lebih baik salahkan diri segera

Denting Hati
Android sekarang sudah menjadi barang yang tidak asing lagi dimilki oleh masyarakat, selain harga yang sudah terjangkau tetapi juga kemanfaatan yang lebih. Nah bagi yang ingin memiliki andorid yang punya brand ternama maka salah satunya bisa menggunakan produk samsung. Produk Samsung ini sudah banyak yang menggunakan, tetapi sayang ada sisi kelemahan yaitu susah untuk transfer file ke PC, tidak seperti produk China yang langsung bisa. Seperti yang saya alami, saya memakai Samsung Galaxy Chat GT-B5330 dan memang belum bisa transfer file langsung ke PC. Setelah coba mencari cara akhirnya ketemu juga tools untuk melakukan transfer file ini dengan menggunakan sistem remote desktop. Salah satu yang cukup bagus adalah aplikasi 3CX DroidDesktop. Fitur yang disediakan sbb :
  1. SMS Via PC
  2. Melihat Kontak Telepon
  3. Menerima Panggilan Telepon Via PC
  4. Menjalankan Kamera Handphone
  5. Menjalankan Handphone via PC ( tetapi harus root dulu )
  6. Melihat posisi Handphone
  7. FIle Manager untuk melihat dan transfer file HP ke PC atau PC Ke HP
Banyak juga kan fiturnya, koneksi bisa dilakukan dengan Wifi/Internet/USB. Saya cenderung lebh mudah menggunakan internet untuk menjalankan. Langsung saja berikut instalasinya
  1. Masuk ke Google Play Store
  2. Cari dengan kata kunci 3CX DroidDesktop
  3. Install dan jalankan
Setelah dijalankan akan ada status on (warna hijau) jika off (wara merah). Untuk menjalankan di PC, silahkan buka browser dan ketikkan alamat IP yang sudah tertera di aplikasi 3CX DroidDesktop saat dibuka, jika berhasil akan mncul layar untuk remote hp anda. Mudah bukan, semoga bermanfaat









Untuk beberapa alasan, ketika orang berpikir tentang public speaking, mereka membayangkan sebuah situasi di mana seseorang yang sangat terlatih sedang berbicara, menguasai forum, berbicara dengan dinamis dan menyampaikan berbagai hal yang berpotensi merubah hidup seseorang atau bahkan ribuan orang.

Dapatkah Anda membayangkan diri Anda sendiri dalam situasi seperti itu? Beberapa dari Anda mungkin berpikir, "Tentu! Saya sudah tidak sabar untuk itu. Itu sebabnya kini saya berdiri di sini, di depan semua orang." Beberapa yang lain dari Anda mungkin berpikir, "Nggak deh. Sampe kiamat juga nggak. Pokoknya Enggaaaaaak."

Apapun reaksi Anda, Anda harus tahu bahwa memang hanya sedikit orang yang mau berhadapan dengan situasi di atas. Mengapa? Karena, selain untuk acara-acara yang khusus sifatnya, Anda memang merasa tidak membutuhkan model komunikasi yang demikian. Lantas, apa ini berarti bahwa Anda memang hanya punya sedikit kesempatan untuk berbicara di depan publik? Tidak.

Justru, faktanya Anda hampir selalu berbicara di depan publik. Mungkin Anda guru, mungkin Anda pejabat ketua RT, mungkin Anda di bagian marketing, mungkin Anda orang partai, atau mungkin Anda seorang demonstran. Hanya saja, Anda tidak menganggap semua itu sebagai public speaking.

Setiap kali Anda memberikan pengarahan, menjelaskan bagaimana harus mengerjakan sesuatu, menawarkan bantuan kepada orang lain, atau mendiskusikan pendapat dan pandangan Anda, Anda sebenarnya menggunakan elemen-elemen public speaking.

Anda adalah public speaker saat Anda mencoba meyakinkan tentang sesuatu kepada seorang teman, kawan sekelas, instruktur, teman kerja, atasan, bawahan, murid, anak, keponakan, istri, bahkan mertua. Anda adalah seorang public speaker saat Anda berbagi cerita dengan orang lain. Anda sedang mengimplementasikan keahlian public speaking saat Anda menawarkan ide ke tim kerja Anda atau saat Anda melaporkan situasi terakhir tentang suatu proyek.

Semua situasi di atas menuntut Anda menggunakan keahlian public speaking, yaitu mempraktekkan semua ini:

- Mengorganisasikan ide-ide;
- Menentukan konteks dan memperhitungkan audience;
- Mengadaptasi pesan yang ingin disampaikan kepada dua hal di atas;
- Memilih cara yang paling efektif untuk membagi jalan pikiran Anda 
kepada mereka;
- Menyampaikan pesan Anda;
- Dan kemudian menyimak reaksi mereka untuk mengetahui apakah mereka 
telah memahami Anda.

Anda harus terus berupaya untuk makin memahami betapa pentingnya keahlian public speaking untuk mengisi kehidupan pribadi, sosial, pendidikan, profesi, karir dan bisnis Anda.

Dengan segala kerendahan hati kami mengajak Anda.
bergabunglah dengan milis BICARA di:

http://groups.yahoo.com/group/bicara/

atau kirim email kosong ke:

bicara-subscribe@yahoogroups.com

Marilah belajar bersama memahami fenomena berbicara.

MILIS BICARA.
Berikut ini adalah mini quiz untuk menentukan apakah diri Anda sudah 
cukup siap untuk menjadi pembicara (self assessment). Nilailah diri 
Anda sendiri. Jujurlah pada diri sendiri. Berilah nilai untuk diri 
Anda sendiri dengan skor antara 1 sampai 10.

PERCAYA DIRI

1 - 2 - 3 = Saya memang brengsek. Pecundang. Ngehek.
4 - 5 - 6 - 7 = Saya KURANG NYAMAN, tapi berhasil mengatasinya.
8 - 9 - 10 = Saya menyukainya.

OTENTIK

1 - 2 - 3 = Anda bercanda? Mereka tidak boleh melihat asli Saya!
4 - 5 - 6 - 7 = KADANG-KADANG asli Saya keluar juga.
8 - 9 - 10 = Emangnya harus jadi siapa?

PERSUASIF

1 - 2 - 3 = Saya tidak pernah bisa meyakinkan orang lain.
4 - 5 - 6 - 7 = KADANG meyakinkan KADANG tidak.
8 - 9 - 10 = Jika Saya bicara, orang lain mendengar.

ORGANISASI

1 - 2 - 3 = Saya kacau balau. Pikiran Saya simpang-siur.
4 - 5 - 6 - 7 = Saya cukup terstruktur, tapi KADANG ngelantur.
8 - 9 - 10 = Saya tahu ada di mana, dan Saya tahu mau ke mana.

KUSTOMISASI

1 - 2 - 3 = Saya cuma pembicara "kalengan".
4 - 5 - 6 - 7 = Saya bisa menyesuaikannya, tapi kayaknya SAMA SAJA.
8 - 9 - 10 = Saya senang membuat setiap pembicaraan menjadi unik.

INTEGRASI ALAT BANTU

1 - 2 - 3 = Saya benar-benar tidak terampil dengan alat peraga.
4 - 5 - 6 - 7 = Saya mau saja menggunakannya, tapi MALAS ah!
8 - 9 - 10 = No problem.

MENJAWAB PERTANYAAN

1 - 2 - 3 = Saya merasa jadi target dan bulan-bulanan.
4 - 5 - 6 - 7 = Saya SERING berputar-putar, tapi tetap Saya jawab.
8 - 9 - 10 = Mau nanya apa?

Berkaitan dengan trait ini, banyak pembicara yang berorientasi pada konsep "Almugada". Apa lu mau gua ada!

ANALISIS:

Jika jawaban Anda 1 - 2 - 3 :
Belajarlah dengan keras dari awal lagi.

Jika jawaban Anda 4 - 5 - 6 - 7 :
Perbaiki semua kata yang dicetak dengan huruf besar. Jadikan bernilai positif.

Jika jawaban Anda 8 - 9 - 10 :
Selamat. Audience menunggu Anda. Anda siap tinggal landas!

Well?

Ikhwan Sopa.

Popular Posts

Total Pageviews

Blog Archive